Berita Sumba Timur

Dinas Peternakan Sumba Timur Minta Masyarakat Peternak Babi Waspada Virus ASF

laboratorium dilakukan langsung di Klinik Hewan milik Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur sehingga dipastikan itu positif.

Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
Plt. Kadis Peternakan Sumba Timur, drh. Samuel Rundi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur meminta kepada masyarakat yang memelihara ternak babi agar waspada terhadap penyakit African Swine Fever (ASF) atau virus babi Afrika.

Pasalnya, virus ASF tersebut kembali terdeteksi di wilayah Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, pada Minggu 7 April 2024 lalu dengan jumlah lima kasus positif ASF.

Kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 11 April 2024, Plt. Kadis Peternakan Sumba Timur, drh. Samuel Rundi mengatakan virus ASF ini ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium sehingga dipastikan virus ASF kembali terdeteksi di Sumba Timur.

"Ini bukan berdasarkan gejala klinis tetapi hasil pemeriksaan laboratorium sehingga kita pastikan ASF saat ini ada di Sumba Timur," jelasnya.

Baca juga: Taman Pahlawan Kota Waingapu Jadi Tempat Sholat Ied, PHBI Sumba Timur Pastikan 11.000 Umat Hadir

Samuel menambahkan, pemeriksaan laboratorium dilakukan langsung di Klinik Hewan milik Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur sehingga dipastikan itu positif.

Awalnya, tim lapangan dinas peternakan  mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya ternak babi yang sakit sehingga dilakukan pengambilan darah untuk dilakukan pemeriksaan dan hasilnya positif.

"Tim penyuluh peternakan di lapangan langsung ambil darahnya dan setelah itu  periksa dua kali di laboratorium hasilnya sama dan positif," jelasnya.

Terhadap pengendalian penyebaran virus ASF ini, Samuel Rundi meminta kepada masyarakat untuk memperhatikan kebersihan kandang dan mengubur bangkai babi yang mati.

Sebab menurutnya sampai dengan saat ini belum ada penelitian yang mampu menemukan vaksin yang efektif atau berdampak terhadap pengendalian ASF.

Karena itu kunci untuk memastikan penyebaran virus ASF terhenti ada di tangan peternak babi sendiri.

"Mencegah virus ASF yang paling efektif harus selalu menjaga kebersihan kandang," pungkasnya. (zee)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved