Breaking News
Selasa, 19 Mei 2026

Berita NTT

Masih Jadi Momok, Produksi Sampah Kota Kupang Capai 234 Ton Per Hari, Apa yang Harus Dibuat?

Apalagi, Kota Kupang sebagai pusat pemerintahan, ekonomi dan bisnis di NTT digadang menjadi kota wisata berbasis jasa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ryan Nong | Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Salah satu kontainer sampah di wilayah Walikota Kupang. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Persoalan sampah di Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT masih menjadi momok bagi warga dan pemerintah.

Selain air bersih dan minimnya drainase, sampah menjadi salah satu soal yang berkontibusi pada belum maksimalnya upaya mempercantik wajah ibukota, selain pada peningkatan kesehatan masyarakat. 

Apalagi, Kota Kupang sebagai pusat pemerintahan, ekonomi dan bisnis di NTT digadang menjadi kota wisata berbasis jasa.

Baca juga: Berita Viral Lokal Dampak Hujan Membawa Material Sampah di Wilayah Kelurahan Airnona Kota Kupang

Sampah jamak ditemui di jalan-jalan protokol Kota Kupang, termasuk beberapa titik yang kerap menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Sebut saja di kawasan Jalur 40 Sikumana, kawasan Hotel Harper maupun kawasan Bukit Cinta. 

Kondisi lebih parah selalu terjadi pasca hujan. Sampah yang dibawa aliran air akan berserakan dijalanan setelah hujan. 

 

Produkasi sampah tinggi 

Kepala Bappeda Kota Kupang, Djija Kadiwanu mengakui produksi sampah di ibukota terbilang tinggi. Kondisi tersebut diperparah dengan terbatasnya sarana dan armada pengangkutan sampah

"Berkaitan dengan persampahan, kami sangat terbatas sekali. Bayangkan, dengan armada yang ada ini dari 42, hanya 30 yang jadi (beroperasi). Sementara itu produksi sampah tiap hari itu mencapai 234 ton," ungkap Djija Kadiwanu di Hotel On The Rock, Jumat 5 April 2024. 

Gambaran itu disampaikan Djija Kadiwanu saat memberi sambutan dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Pemilik Usaha Pengelolaan Limbah untuk Mengembangkan Modal Bisnis Perspektif Gesi yang diselenggarakan oleh Plan Internasional ( Plan Indonesia ). 

"Dengan armada yang sangat sedikit, saya kira juga jangan heran kalau dimana-mana masih ada sampah, di TPS-TPS itu," kata dia.

Menurut Djija Kadiwanu, masyarakat dapat berkontribusi membantu pemerintaah dengan melakukan pemilahan sampah produksi rumah tangga. 

"Nah bagaiman caranya untuk mengurangi sampah itu? Nah kita di setiap rumah tangga harusnya menyiapkan tempat sampah yang sudah terpilah. Harus kita buat itu," sebut dia.

Jika masyarakat telam melakukan pemilahan sampah secara mandiri sejak dari rumah tangga maka akan mambantu Dinas Kebersihan agar tidak terlalu kesulitan saat pengangkutan. 

Pada kesempatan yang sama, dia juga menyoroti sampah yang ada di sepanjang pesisir pantai Kota Kupang.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved