Berita Kota Kupang

Rektor Unwira Kupang Sebut Wisudawan Tidak Saja Berilmu 

Dr. Philipus Tule mengingatkan dosen agar bisa menjaga presentasi tingkat kelulusan yang mengacu pada ketentuan 8 semester untuk tiap mahasiswa. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Wisuda strata dua angkatan XLI dan strata satu angkatan LXIX periode Maret 2024 di Unwira Kupang. Rektor Unwira Kupang Dr. Philipus Tule sedang memindahkan tali toga para wisudawan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Rektor Universitas Widya Mandira atau Unwira Kupang Pater Dr. Philipus Tule, SVD menyebut lulusan atau para wisudawan tidak saja berilmu, tapi juga punya sikap yang baik. 

Dia menyebut, banyak orang mempertanyakan ketika prosesi wisuda berlangsung. Kapasitas dan kualitas dari lulusan dipertanyakan, termasuk dari Unwira Kupang

Untuk itu, Dr Philipus Tule mengajak para dosen maupun pendidik yang ada di kampus itu bisa membantu memberi penguatan, tidak saja pada aspek keilmuan tapi juga dari sisi perilaku. 

"Tidak hanya berkelimpahan ilmu tapi juga etika, moral yang bisa dishare dengan keluarga dan masyarakat," kata dia dalam wisuda strata dua angkatan XLI dan strata satu angkatan LXIX, Sabtu (16/3/2024). 

Dia menyebut wisuda kali ini ada 48 yang terbagi dalam 36 magister dan sisanya strata satu. Dengan prosesi itu ikut menambah barisan alumni Unwira Kupang yang kini mencapai lebih dari 21 ribu yang mengabdi di berbagai bidang. 

Dr. Philipus Tule mengingatkan dosen agar bisa menjaga presentasi tingkat kelulusan yang mengacu pada ketentuan 8 semester untuk tiap mahasiswa. 

Baca juga: 65 Mahasiswa IPM Unwira Kupang Ikut Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa


Sisi lain, Unwira Kupang juga terus mendapat kepercayaan dari berbagai pihak secara nasional maupun internasional. Belakangan, dosen dari fakultas filsafat, RD Hironimus Pakaenoni diangkat Takhta suci Vatikan menjadi Uskup Agung Kupang. 

Unwira Kupang juga bekerja sama dengan perguruan tinggi dari Timor Leste hingga perguruan tinggi Katolik di Asean. 

Dalam kesempatan sebelumnya, Unwira Kupang, kata dia, sukses menyelenggarakan berbagai kegiatan bertaraf internasional maupun nasional. Menurut dia, itu merupakan bukti keterlibatan Unwira dalam berbagai forum. 

Dr Philipus Tule juga menyampaikan Unwira Kupang juga membuka program studi baru pada tahun 2023 lalu yakni Teknologi Pangan dan Program Pendidikan Profesional Guru. 

"Kepercayaan pemerintah terbukti juga melalui serangkaian akreditasi institusi dan prodi. Dimana tahun lalu akreditasi institusi kita mendapatkan Baik Sekali," sebutnya. 

Secara keseluruhan ada 18 prodi yang mendapat predikat Baik Sekali dan 3 prodi dalan kategori Baik. Untuk itu dia berharap ini menjadi perhatian bersama dalam mengupayakan peningkatan akreditasi. 

Ke depan, Unwira Kupang perlu memperhatikan mengenai Permen 53 tentang penjaminan mutu pendidikan dengan 15 indikator. Kelulusan tepat waktu hingga nilai berstandar menjadi bagian penting. 

Menurut dia, Unwira Kupang mendukung itu dengan kesiapan sumberdaya pendidik dan infrastruktur untuk mendukung peningkatan pelayanan yang terus dilakukan pembenahan itu. 

"Kita memiliki sumberdaya yang cukup siap. Pembangunan sarana dan prasarana terus kita lakukan," kata dia. 

Asisten I Setda Provinsi NTT Bernadete Usboko mewakili Pemprov NTT mengapresiasi upaya yang dilakukan Unwira Kupang

"Ini sesuatu yang luar biasa," ucapnya. 

Dia menyebut para lulusan yang hari ini diwisuda, merupakan langkah awal. Unwira Kupang merupakan bagian dari penyelenggara pendidikan nasional.

Perannya, kata dia, untuk mencerdaskan bangsa merupakan sesuatu yang mulia, dan bermuara ke pengabdian ke masyarakat. 

Baginya perguruan tinggi merupakan tempat menghasilkan para pemimpin penerus bangsa. Dia berharap para lulusan bisa melakukan sinergi dan kolaborasi dengan semua komponen yang ada disekitarnya. 

Bernadete mengatakan, provinsi NTT dengan segala potensinya, perlu dilihat sebagai sebuah peluang. Lulusan dari Unwira Kupang, sebut dia, harus mengelola potensi itu. 

"Berbagai tantangan ke depan harus bisa diubah menjadi peluang. Sehingga pemuda sebagai agen perubahan," kata dia. 

Saat ini, NTT sedang menggeluti ragam persoalan seperti kemiskinan dan lainnya sebagainya. Sehingga perlu kolaborasi agar masalah yang ada bisa diurai. (fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved