Liputan Khusus
Lipsus - Waspada, Ada Bibit Siklon Tropis
Khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat hujan dengan durasi panjang.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang kembali mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem di NTT dari tanggal 13 - 18 Maret 2024.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot'ek menegaskan, dalam rentangan waktu tersebut akan terjadi curah hujan sedang, lebat hingga ekstrem disertai petir dan angin kencang di wilayah Provinsi NTT yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Wilayah-wilayah tersebut yakni, Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
Baca juga: Lipsus - 30 Warga Naibonat Mengungsi, Aparat Evakuasi Ibu Hamil
Sti Nenot'ek berharap masyarakat tidak panik dan mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, jalanan licin, rusaknya atap bangunan dan fasilitas umum lainnya, banjir, banjir bandang, tanah longsor dan sambaran petir.
Khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat hujan dengan durasi panjang.
Sti Nenot'ek menyampaikan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan laut, terpantau adanya bibit siklon tropis 915 di Samudera Hindia bagian tenggara barat Daya Provinsi Banten.
Potensi bibit siklon tropis 915 akan menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori sedang dan menjadi wilayah monitoring tropical cyclone warning centre (TCWC) Australia.
Selain itu, terdapat area terindikasi bibit siklon tropis (suspect area) di wilayah selatan NTT dan bibit siklon tropis 93P di Teluk Carpentaria sekitar utara Australia yang bergerak ke arah timur-tenggara sehingga membentuk daerah perlambatan, pertemuan dan belokan angin.
Kondisi ini mengakibatkan meningkatnya intensitas curah hujan dan angin kencang di wilayah NTT. Potensi bibit siklon tropis 93P menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori rendah.
Aktifnya gelombang equatorial rossby dan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga menyebabkan wilayah NTT berpotensi hujan sedang - lebat, hingga ekstrem yang disertai petir dan angin kencang.
Selain itu, gelombang setinggi 5 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia khususnya di selatan Sumba - Sabu. Kondisi itu akan berlangsung dari 14-15 Maret 2024.
Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang, Yandri Andrerudson Tungga mengeluarkan peringatan dini itu, Rabu (13/3). Selain di perairan itu, tinggi gelombang 2 - 3,5 meter terjadi di selat Sumba bagian barat, laut Sawu bagian selatan, perairan selatan Kupang - Rote, samudera Hindia selatan Kupang - Rote.
Adapun tinggi gelombang 1 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan utara Flores, selat Sape, laut Sawu bagian utara, selat Flores - Lamakera, selat Alor - Pantar, selat Ombai, perairan utara Kupang - Rote, selat Wetar.
"Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara - timur kaut dengan kecepatan angin berkisar 10 - 20 knot," kata Yandri.
Yandri mengatakan, di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya terdampak pada bibit siklon 91S dan 94S di Samudera Hindia dengan kecepatan 10 - 35 knot.
Pihaknya meminta agar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Warga juga diharapkan untuk waspada terhadap kondisi ini. "Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ujarnya.
Dua Jenazah Ditemukan
Upaya pencarian Makarius Sareng (70), nelayan Desa Watutedang, Kecamatan Lela Kabupaten Sikka terus dilakukan pihak keluarga bersama warga serta aparat pemerintahan.
Pada Selasa, 12 Maret 2024 keluarga bersama Basarnas Maumere melakukan pencarian. Keluarga juga meminta doa dan berkat serta petunjuk dari Tuhan melalui doa yang dipimpin Romo Arka, Pastor Paroki Lela.
Romo Arka meminta petunjuk Tuhan guna menemukan Makarius yang pergi melaut sejak Senin, 11 Maret 2024 sore hingga kini belum kembali. Hingga kini keluarga masih terus berupaya agar Makarius bisa ditemukan kembali.
"Keluarga pada Selasa, 12 Maret 2024 telah meminta doa dari Romo Arka dan menggelar ritual adat agar proses pencarian berhasil. Keluarga masih terus berharap pencarian bisa menemukan kembali Makarius," papar Camat Lela, Kons Saru, Rabu (13/3).
Sementara Fransiskus Mola Ari (37) yang tenggelam dekat Pelabuhan Aimere, Kabupaten Ngada saat cuaca buruk beberapa hari lalu berhasil ditemukan pada Selasa (12/3) petang oleh Mans Sina. nelayan setempat yang tergabung dalam kelompok nelayan Tante Nela Paris (Tani, Ternak, Nelayan dan Pariwisata - Program Pemkab Ngada).
Sebelum diberangkatkan ke Mauponggo,kampung halaman Fransiskus, jenazah sempat dibawa ke puskesmas Aimere untuk dilakukan pemeriksaan medis. Ratusan warga sekitar pantai Aimere datang menyaksikan evakuasi jenazah Fransiskus Mola Ari. Mereka juga ikut mengantar jenazah ke Puskesmas Aimere.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada, Emanuel Kora, mengatakan evakuasi dan proses pencarian terhadap Fransiskus Mola melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat nelayan setempat, sejak Senin.
"Lokasi dia ditemukan tidak jauh. Dia ditemukan di sekitar tempat dia tenggelam," ujar Emanuel Kora, Rabu (13/3).
Menurut Emanuel, lokasi Fransiskus Mola Ari ditemukan, sudah berulang kali diselami Tim SAR namun mereka tidak menemukan Fransiskus. "Kami lalu minta keluarga untuk berdoa. Mereka juga memohon petunjuk leluhur, buat ritual," ujar Emanuel.
Setelah doa dan meminta petunjuk leluhur, mereka pun menyepakati, seorang nelayan setempat menggunakan peralatan Tim SAR untuk menyelam dan berhasil menemukan jenazah Fransiskus. "Saat ditemukan, jenazah dan pakaiannya masih utuh. Hanya di kepala sudah digerogoti binatang laut," ujar Emanuel.
Eman menegaskan, masyarakat di Kabupaten Ngada khususnya para nelayan diimbau untuk tidak melaut sementara waktu menunggu hingga cuaca kembali normal.
Sementara jenazah Antonius Hadas (75), warga Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara (LAUT), Kabupaten Manggarai Timur juga berhasil ditemukan pada, Rabu (13/3) dini hari. Antonius diduga terseret arus laut di tepi pantai Dampek.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Suryanto mengungkapkan, korban meninggal dunia diduga akibat hantaman dan benturan arus gelombang laut yang sangat keras saat cuaca ekstrem melanda Kecamatan Lamba Leda Utara saat ini.
Jenazah sudah dibawa ke Puskesmas Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara untuk dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis.Hasil pemeriksa ditemukan adanya luka robek pada bagian pipi dan telinga sebelah kiri. Analisa serta kesimpulan medis bahwa luka tersebut akibat hantaman batu dan sampah kayu saat korban terseret arus dan gelombang laut yang deras.
Kapolres Suryanto mengatakan, istri dan anak serta keluarga besar korban menolak untuk dilakukan visum dan menyatakan tidak akan menuntut untuk dilakukan proses hukum. Saat ini jenazah korban sudah disemayamkan di rumah duka di Dampek, Desa Satar Padut, sambil menunggu proses penguburan. (cr20/fan/cr8/orc/rob)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tiga-Bibit-Siklon-Tropis-Landa-NTT.jpg)