Rabu, 15 April 2026

Berita NTT

Bibit Siklon Tumbuh, BMKG Ingatkan Warga NTT Waspada Cuaca Ekstrem

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenot'ek, Senin (11/3/2024) mengatakan, terdapat pembentukan pola tekanan rendah

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Tampak kondisi kabut akibat cuaca ekstrem yang terjadi. Gambar diabdikan dari atas gedung BMKG NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Analisa BMKG beberapa hari ke depan tumbuh bibit siklon. Namun begitu, peluang itu cukup kecil. BMKG mengingatkan warga NTT waspada terhadap cuaca ekstrem

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenot'ek, Senin (11/3/2024) mengatakan, terdapat pembentukan pola tekanan rendah di sekitar utara Australia di sebelah Selatan NTT. 

Hal it membentuk daerah perlambatan, pertemuan dan belokan angin. Kondisi ini mengakibatkan meningkatnya intensitas curah hujan dan angin kencang di wilayah NTT.

"Pola tekanan rendah tersebut diprakirakan bergerak ke arah Tenggara memasuki daratan Australia bagian Utara dengan kategori peluang Rendah untuk menjadi Bibit Siklon dalam 5 hari ke depan," kata dia Senin. 

Cuaca ekstrem disertai petir dan angin kencang juga disebabkan aktifnya gelombang Equatorial Rosby, gelombang Kelvin dan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).

"Waspada akan cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi," tambah dia. 

Khusus untuk daerah topografi curam atau tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan dengan durasi yang panjang.

Per 11 Maret 2024, seluruh wilayah kota dan kabupaten di Provinsi NTT mengalami hujan sedang hingga lebat bahkan ekstrem disertai angin kencang berdurasi singkat. Kondisi itu akan berlangsung hingga 13 Maret 2024.

Khusus daerah Kota Kupang, Plt Kepala BPBD Jemy Didok telah meminta warga yang tinggal diarea rawan longsor agar lebih waspada. Bila cuaca tidak memungkinkan, warga sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

BPBD, kata dia, juga telah bersiaga atas perubahan cuaca yang terjadi. Warga bisa melapor ke relawan setempat ataupun langsung ke hotline milik BPBD, jika terjadi sesuatu hal membahayakan. 

Baca juga: BMKG Ingatkan NTT Waspada Bencana Hidrometeorologi Jelang Puncak Musim Hujan Minggu Ini

"Warga harus lebih hati-hati dengan kondisi cuaca ini. Kita terus lakukan imbauan ke grup WhatsApp maupun media sosial dengan membagikan perkiraan cuaca dari BMKG," kata Jemy Didok. 

Dia meminta warga agar tidak beraktivitas diluar rumah bila tidak mendesak. Adapun pepohonan yang rawan tumbang, sebaiknya dipangkas. 

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM melaporkan dari sejumlah daerah menyebutkan akibat cuaca ekstrim puluhan warga terdampak. Di Kabupaten Malaka, luapan Kali Benenain merendam sejumlah rumah. 

Begitu juga di Kabupaten Flores Timur. Beberapa rumah warga rusak ringan hingga berat akibat angin kencang dan menyebabkan pohon roboh hingga menimpa rumah warga. Di Kabupaten Manggarai, luapan sungai juga merendam rumah warga. (fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved