Breaking News
Sabtu, 18 April 2026

Timor Leste

Turiskain Jadi Pintu Penyeberangan Tradisional Indonesia - Timor Leste

Peninjauan Pos Lintas Batas Tradisional antara Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste yang terletak di wilayah Manumutin Kecamatan Raihat Belu

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM
Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI Silmy Karim (kedua dari kanan) meninjau Pos Lintas Batas Tradisional (PLBT) Turiskain, Maumutin, Kecamatan Raihat, Beku NTT, Jumat (8/3/2024) 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Dirjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Silmy Karim meninjau Pos Lintas Batas Tradisional (PLBT) Turiskain Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peninjauan Pos Lintas Batas Tradisional antara Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste yang terletak di wilayah Manumutin Kecamatan Raihat kabupaten Belu itu berlangsung pada Jumat (8/3/2024).

Dalam peninjauan itu, Silmy Karim didampingi Kepala Kanwil Kemenkumham NTT Marciana Dominika Jone dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Atambua Indra Maulana Dimyati, dan prajurit TNI Pengaman Perbatasan (Pamtas), Hanavy.

Baca juga: Dirjen Imigrasi Timor Leste Diminta Aktifkan Pos Pemeriksaan di Perbatasan

Hadir bersama Silmy, Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian (Dirsistik) Agato Pesimomora, Kadiv Imigrasi NTT Ismoyo, serta Direktur Intelijen Imigrasi R.P. Mulya.

Adapun PLBT merupakan pos perlintasan yang kerap digunakan warga lokal dengan menggunakan dokumen Pas Lintas Batas.

Pos tersebut berada di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste yang dipisahkan Sungai Malibaka.

Setelah tiba di Pos Turiskain sekitar pukul 16.20 WITA, Silmy bersama rombongan kemudian meninjau langsung batas negara di Malibaka.

Adapun bentuk pintu itu berupa celah pada tanggul yang juga menjadi saluran air dari sawah ke sungai. Karena mirip pintu air, celah tersebut tentu saja becek. Sementara, tepi Sungai Malibaka di Timor Leste tampak jalan setapak yangmenjorok ke sungai.

Pos Imigrasi Turiskain berdiri satu deretan dengan pos pemeriksaan Bea dan Cukai. Sementara, di belakang gedung itu terdapat markas Pamtas TNI.

Silmy dan rombongannya naik ke atas tanggul dan melihat tempat penyeberangan tradisional masyarakat.

Pada kesempatan itu, Silmy juga mendengarkan laporan dari bawahannya dan Hanavy. Kepada prajurit TNI yang telah bertugas selama 6 bulan di Turiskain itu, ia menanyakan jumlah personel yang berjaga dan pos mereka.

"Kami di pos ada 14 orang," kata Hanavy. Silmy juga menanyakan kendala upaya pengamanan di pos lintas batas tersebut. "Apa kendala di sini?" tanya Silmy. "Siap untuk kendala sementara nihil. Hanya alam saja, banjir saja," kata Hanavy melaporkan. (*)

 

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved