Berita Kota Kupang
Pasar Murah Kota Kupang, Warga Kecewa Stok Beras Cepat Habis
Gerakan Pangan Murah itu berlangsung di Jalan Timor Raya, Alun-alun Kota Kupang, Kelurahan Pasir Panjang, Rabu 6 Maret 2024.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Kupang, Provinsi NTT melalui program Gerakan Pangan Murah menghadirkan rasa kecewa bagi masyarakat karena stok beras yang cepat habis.
Gerakan Pangan Murah itu berlangsung di Jalan Timor Raya, Alun-alun Kota Kupang, Kelurahan Pasir Panjang, Rabu 6 Maret 2024.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Suasana pasar murah itu tampak ramai. Masyarakat begitu antusias berbondong-bondong ikut dalam antrean untuk membeli beras. Saking banyaknya warga pembeli, para petugas pun tampak kelelahan melayani masyarakat.
Sekitar satu jam pelayanan, stok beras yang disimpan di mobil pun habis. Padahal, antrean warga pembeli masih panjang.
Terkait dengan hal tersebut, tidak sedikit masyarakat yang mengekuh dan mengaku kecewa karena tidak mendapatkan beras.
Salah satu warga dari Kelurahan Bakunase Lambertus Lay menyampaikan, Gerakan Pasar Murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kupang itu sangat baik untuk masyarakat Kota Kupang.
Namun, sangat kurang fleksibel dalam artian, ketersedian komoditi beras sangat terbatas.
"Harusnya kalau pemerintah membuat kegiatan seperti ini, mengundang masyarakat yang banyak perlu ketersediaan stok yang memadai," ujarnya.
Baca juga: Warga Kota Kupang Antusias Ikut Gerakan Pangan Murah
"Kita lihat masyarakat sangat antusias datang berbondong-bondong. Ternyata, beras hanya satu mobil saja yang datang dan persediaan beras tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat," keluhnya.
Menurut Lambertus, jika pemerintah henda melaksanakan gerakan pangan murah, maka perlu disediakan stok yang cukup memadai bagi masyarakat.
Selain itu, lanjutnya, kegiatan tersebut harus dilakukan di beberapa titik di wilayah Kota Kupang, tidak saja di satu titik seperti yang sedang terjadi yaitu hanya di Alun-alun Kota.
"Kita semua tahu bahwa memang harga beras ini bukan hanya tinggi di NTT atau di Indonesia saja tetapi sudah menjadi masalah yang menglobal. Paling tidak kalau menggelar pasar murah seperti ini, pemerintah harus sediakan stok yang banyak. Bukan hanya omong saja," ujarnya
Lambertus berharap, pemerintah perlu melakulan pembagian wilayah perkecamatan dalam melakukan gerakan pangan murah dengan didukung ketersediaan pangan yang memadai.
"Kalau pasar murah ini masih ada lagi nantinya, paling tidak perlu dipetakan per wilayah, sehingga warga yang lain juga bisa dapat bagian. Tidak seperti yang terjadi hari ini," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Warga-Kota-Kupang-sedang-mengantre-membeli-beras.jpg)