Pemilu 2024
RSUD Kefamenanu Pastikan Belum Terima Pasien Caleg Sakit Jiwa Pasca Kalah dalam Pemilu 2024
penghitungan suara sedang berlangsung. Meskipun demikian saat ini mereka sudah dinyatakan sembuh dan kembali ke rumah.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu hingga saat ini belum menerima laporan pasien Calon Anggota Legislatif di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang sakit jiwa pasca kalah dalam perhelatan Pemilu 2024.
Hal ini disampaikan Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Zakarias E. Fernandes melalui Kabid Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM Rabu, 28 Februari 2024.
Menurutnya, pihaknya hanya merawat beberapa pasien penyelenggara Pemilu 2024 seperti PPS, KPPS dan penyelenggara pemilu lainnya yang jatuh sakit ketika proses penghitungan suara sedang berlangsung.
Meskipun demikian saat ini mereka sudah dinyatakan sembuh dan kembali ke rumah.
Baca juga: Pemilu 2024, Pleno Tingkat Kabupaten Flores Timur Digelar Selama Enam Hari
"Sejauh ini kami belum ada pasien calon anggota DPRD yang masuk RSUD setelah penghitungan suara,"ungkapnya.
Diberitakan, beberapa waktu lalu seorang Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang bertugas di TPS 04 Desa Manunain A, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur bernama Petrus Be Kono berpulang ke Hadirat Tuhan Yang Mahakuasa Kuasa.
Linmas yang terkenal sangat bertanggung jawab dalam menjalankan tugas ini meninggal dunia pada, Sabtu, 17 Februari 2024 setelah menuntaskan tugasnya di TPS tempat dia menjalankan tugas mengawal pelaksanaan Pemilu 2024.
Saat diwawancarai, Minggu, 18 Februari 2024, seorang sumber POS-KUPANG.COM yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, yang bersangkutan pada Hari Sabtu, 17 Februari 2024, dijemput menggunakan sepeda motor untuk mengobati keluarga yang sakit di Kecamatan Noemuti (kebetulan yang bersangkutan adalah seorang dukun).
Saat dalam perjalanan hendak pulang ke kediamannya, pengendara sepeda motor merasa ada yang tidak beres dengan kondisi sepeda motornya. Pasalnya, sepeda motor miliknya terasa oleng.
Pengendara sepeda motor kemudian berhenti untuk menanyakan apakah yang bersangkutan mengantuk. Ia sempat menawarkan kepada Linmas tersebut untuk menumpang mobil namun ditolak.
Ketika melintasi wilayah Desa Letmafo Timur, Kecamatan Insana Tengah, yang bersangkutan menarik napas panjang.
Pengendara sepeda motor kemudian berhenti dan meminta bantuan dari masyarakat sekitar untuk menahan yang bersangkutan. Linmas tersebut kemudian dibopong oleh warga sekitar dan dibaringkan di lopo milik warga.
"Di situlah dia langsung meninggal dunia,"ucapnya.
Petrus Be Kono, lanjutnya, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu sesaat setelah meninggal dunia di lopo milik warga tersebut.
Baca juga: Pemilu 2024, Pleno Tingkat Kabupaten Flores Timur Digelar Selama Enam Hari
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.