NTT Memilih

Ende Terancam "Kehilangan Wajah" di DPRD NTT Periode 2024-2029

Dari hasil perhitungan suara sementara, caleg-caleg asal Kabupaten Ende yang tersebar di 17 partai politik memperoleh suara yang belum signifikan

|
Penulis: Ryan Nong | Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Ilustrasi berebut kursi dewan perwakilan rakyat daerah. Pada Pileg 2024, politisi asal Ende terancam tidak mendapat satu kursipun di DPRD NTT. Ende tergabung bersama Sikka, Nagekeo dan Ngada di Dapil NTT 5. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kabupaten Ende terancam "kehilangan wajah" di DPRD NTT periode 2024-2029. Pasalnya, hingga Minggu, para calon legislatif asal Kabupaten Ende kalah bersaing dalam perolehan suara di Pileg 2024. 

Berdasarkan akun resmi hitung suara KPU RI, tercatat suara masuk hingga Minggu 25 Februari 2024 pukul 13.00 Wita sebanyak 57,26 persen untuk Pemilihan Legislatif DPRD NTT dari Dapil NTT 5

Prosentasi itu berdasarkan akumulasi suara yang masuk dari 1.736 tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 3.032 TPS di Dapil NTT 5. Adapun alokasi kursi DPRD NTT untuk Dapil NTT 5 sebanyak 11 kursi. 

Baca juga: PDI Perjuangan Berpotensi Kunci Dua Kursi DPRD NTT dari Dapil NTT 5, PSI Bisa "Curi" 1 Kursi Golkar

Dari hasil perhitungan suara sementara, caleg-caleg asal Kabupaten Ende yang tersebar di 17 partai politik memperoleh suara yang belum signifikan untuk mendulang kursi. 

Bahkan anggota dewan petahana yang kini kembali maju bertarung untuk kursi DPRD NTT pun terancam terpental oleh wajah baru. 

 

10 Partai Politik

Berdasarkan perhitungan kursi DPRD NTT dengan metode Sainte Lague sebagaimana merujuk UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, maka peluang 11 kursi di DPRD NTT dari Dapil NTT 5 kemungkinan akan diisi oleh 10 partai.

Partai PDI Perjuangan berpotensi 'mengunci' dua kursi di DPRD NTT dari Dapil NTT 5 yang meliputi Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo, berdasarkan hasil perolehan suara sementara.

PDI Perjuangan kini mengumpulkan sementara 33.171 suara atau setara 14,11 persen. Tiga partai besar lainnya, menempel ketat perolehan suara sementara PDI Perjuangan yang nangkring di posisi pertama.

Ada Partai Golkar dengan 31,769 suara (13,52 persen) yang menggeser posisi PKB yang sebelumnya bertengger di posisi kedua dengan perolehan 30.624 suara (13,03 persen), lalu disusul dan Partai Gerindra dengan 30.338 suara (12,91 persen).

Partai Nasdem yang sementara berada di peringkat lima, terpaut lebih dari 9 ribu suara dengan Gerindra di peringkat empat. Adapun Nasdem sementara mendapat 21.426 suara (9,12 persen). 

Selanjutnya berturut-turut di peringkat keenam hingga kesebelas perolehan suara sementara yakni Partai Perindo dengan 14.431 suara (6,14 persen), Partai Hanura dengan 13.093 suara (5,57 persen), Partai Demokrat dengan 11.861 suara (5,05 persen), PAN dengan 11.475 suara (4,88 persen), PSI dengan 11.497 suara (4,89 persen), dan PKS dengan 7.953 suara (3,38 persen). 

PDI Perjuangan tampak memiliki peluang untuk tetap menempatkan dua wakilnya sebagaimana pada Pemilu 2019 lalu. Sementara Partai Golkar yang pada Pemilu lalu mendapat dua kursi, kini terancam kehilangan satunya.   

Adapun PSI muncul dan mengancam untuk mencuri satu kursi petahana milik Golkar sehingga Golkar akan menyisahkan 1 kursi saja dari Dapil NTT 5.

Sementara itu, meski PKS menempati urutan kesebelas dalam perhitungan sementara dengan 7.953 suara, namun peluang PKS ke DPRD NTT sangat tipis. PDIP lebih berpeluang mengunci kursi kesebelas untuk kursi kedua mereka.    

 

Politisi Sikka dan Ngada mendominasi  

Total 11 kursi anggota DPRD NTT dari Dapil NTT 5 yang diperebutkan oleh 170 caleg, berpotensi didominasi oleh para politisi asal Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ngada.

Sementara itu, belum ada satu politisi asal Kabupaten Ende pun yang memastikan diri lolos ke Gedung DPRD NTT. Hal ini menjadi catatan untuk pemilih Kabupeten Ende yang jumlahnya mencapai 211.004 yang tersebar di 21 kecamatan dan 287 desa kelurahan. 

Pada periode sebelumnya yakni 2019-2024, dua legislator asal Kabupaten Ende berhasil duduk di kursi DPRD NTT. Keduanya, yakni Josef Gadi Djou (alm) dari partai Golkar dan Sipriyadin Pua Rake dari Gerindra.

Jumlah itu sama dengan Kabupaten Sikka yang juga mengirim dua legislator yakni Emanuel Konfildus (PDIP) dan Leonardus Lelo (Demokrat).

Sementara, Kabupaten Nagekeo mengirim empat legislator yakni Patrianus Lali Wolo (PDIP), Thomas Tiba (Golkar), Paulinus Nuwa Veto (Hanura), dan John Elpi Parera (NasDem). Sedang, Kabupaten Ngada dengan tiga legislator yakni Mercy A. Piwung (PKB), Agustinus Lobo (PAN) dan Gonzalo Muga Sada (Perindo).

Berdasarkan perolehan suara sementara Pileg 2024, Sikka dan Ngada berpotensi mengirim masing-masing empat wakilnya. Mereka terdiri dari petahana dan wajah baru.   

Dua petahana asal Ngada masih menjadi pendulang suara tertinggi di partai masing-masing yakni Angela Mercy Piwung dengan 7.607 suara (PKB) dan Gonzalo G. Muga Sada dengan 4.497 suara (Perindo).

Sementara itu, ada dua wajah baru yang berpotensi mengunci kursi yakni politisi PAN Kristoforus Loko dengan 5.926 suara dan politisi Gerindra Blandina Mamo dengan 7.635 suara. Adapun Blandina merupakan isteri Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena yang tercatat sebagai Ketua DPC Gerindra Ngada.

Blandina berpotensi menggeser petahana Gerindra asal Ende Muhammad Supriyadin Pua Rake yang baru mengumpulkan 4.948 suara.

Adapun petahana asal Kabupaten Sikka yang berpeluang kembali mengamankan kuris DPRD NTT yakni ketua DPD Partai Demokrat NTT Leonardus Lelo yang kini mengumpulkan 4.951 suara. Selain itu, petahana lainnya yakni Petrus Berekmans Robytulus yang menjadi anggota DPRD NTT melalui mekanisme PAW telah mengumpulkan 10.959 suara.

Dua pendatang baru yang berpotensi masuk DPRD NTT adalah politisi kawakan PDI Perjuangan dan mantan Bupati Sikka, Drs. Alexander Longginus yang mengumpulkan sementara 7.146 suara dan politisi PSI Marinus Manis dengan 4.549 suara sementara.

Adapun tiga politisi asal Nagekeo yang bakal melenggang ke DPRD NTT adalah Bendahara DPD PDIP NTT Patrianus Lali Wolo dengan 14.374 suara sementara, politisi Hanura dan mantan Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto dengan 7.059 suara serta Thomas Tiba, S.Ag dengan 5.627.

Ketiganya merupakan petahana. Yang membedakan, Thomas yang sering disapa Toti pada Pileg 2024 ini mencalonkan diri dari Partai Nadsdem, sementara pada periodel sebelumnya dari Partai Golkar. 

Berikut hasil sementara perolehan suara partai dan suara terbanyak dari calon legislatif DPRD NTT dapil NTT 5 yang meliputi Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka

1) PDI Perjuangan 33.171 suara - Patrianus Lali Wolo 14.374 suara (Nagekeo)

2) Golkar - 31.769 suara - Petrus Berekmans Robytulus 10.959 suara (Sikka)

3) PKB 30.624 suara - Angela Mercy Piwung 7.607 suara (Ngada)

4) Partai Gerindra 30.338 suara - Blandina Mamo 7.635 suara (Ngada)

5) Partai Nasdem  21.426 suara - Thomas Tiba, S.Ag 5.627 suara (Nagekeo)

6) Partai Perindo 14.431 suara - Gonzalo G. Muga Sada 4.497 suara (Ngada)

7) Partai Hanura 13.093 suara - Paulinus Y. Nuwa Veto 7.059 suara (Nagekeo)

8) Partai Partai Demokrat 11.861 suara - Leonardus Lelo 4.951 suara (Sikka)

9) PSI 11.497 suara -  Marinus Manis 4.549 suara (Sikka) 

10) PAN 11.475 suara - Kristoforus Loko 5.926 suara (Ngada)

11) PDI Perjuangan 33.171 suara - Drs. Alexander Longginus 7.146 suara (Sikka)

Disclaimer publikasi Form Model C/D Hasil adalah hasil penghitungan suara di TPS dengan tujuan untuk memudahkan akses informasi publik.

Penghitungan suara yang dilakukan oleh KPPS, rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu dilakukan secara berjenjang dalam rapat pleno terbuka oleh PPK, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi dan KPU berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (*)

 

Ikuti berita Hasil Pemilu 2024 POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved