Berita NTT

Prof. Frans Bustan Minta Masyarakat Adat Ngada Jaga dan Lestarikan Tradisi Reba

Untuk pelestarian itu sebagai saran bagi pemerintah, dia meminta pemerintah harus mengalokasi dana khusus untuk revitalisasi Reba dan Sedo Uwi.

POS-KUPANG.COM/HO
Ikatan Keluarga Ngada atau IKADA Kupang menggelar acara syukuran Reba di Kupang di GOR Flobamora Oepoi Kota Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Prof. Frans Bustan, pengamat budaya NTT menyebut, ritual Reba di Ngada yang biasanya berlangsung sejak bulan Desember hingga Februari perlu untuk terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

"Tradiasi Reba ini perlu dirawat dan dijaga kelestariannya agar guratan nilai persatuan, gotong royong, dan kerja keras tetap hidup dan berkembang dalam rahim kehidupan orang Ngada, tidak terkecuali kalangan Ngada diaspora," ujarnya Minggu 11 Februari 2024.

Untuk pelestarian itu sebagai saran bagi pemerintah, dia meminta pemerintah harus mengalokasi dana khusus untuk revitalisasi Reba dan Sedo Uwi.

Reba juga kata dia harus menjadi agenda tahunan untuk orang Ngada di Kupang bukan saja di Ngada, apalagi bulan Februari adalah bulan bahasa dan budaya lokal.

"Melalui Reba kita bangun rasa kebersamaan sebagai saudara sebangsa di dalam wadah NKRI," sambungnya.

Bagi dia Reba memberikan pkaian arti dan pakaian makna terhadap eksitensi kehidupan etnik Ngada sebagai guyub budaya Ngada.

Kedepan dia meminta agar paguyuban Ngada atau Ikda bila melakukan syukuran Reba harus lebih banyak memberikan undangan dari etnik lain sehingga orang Ngada semakin mendunia.

"Tugas generasi muda Ngada adalah bagaimana membawa Ngada ke seluruh dunia dan membawa dunia masuk ke Ngada," tutupnya. (ary)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved