Senin, 15 Juni 2026

UKAW Kupang

Seminar Sehari UKAW Kupang, Beritakan Kabar Baik 

Untuk itu, mengabarkan berita baik merupakan sesuatu yang harus. Semua itu bisa dilakukan sesuai dengan jalur atau jalan posisi masing-masing. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Pemateri saat tampil dalam Seminar Sehari UKAW Kupang menjelang HUT ke-53 Fakultas Teologi UKAW Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Universitas Kristen Artha Wacana atau UKAW Kupang menggelar Seminar Sehari dengan tema Beritakan Kabar Baik

Tiga narasumber dihadirkan dalam kegiatan menjelang HUT ke-53 Fakultas Theologi UKAW Kupang sekaligus wisuda sarjana dan magister di UKAW Kupang

Pdt. Prof. Samuel B Hakh dalam materinya suatu tinjauan biblis terhadap proklamasi Yesus dalam Lukas, 4:18,19 mengawali pembicaraannya, mengutip sebuah teks menggambarkan kisah penolakan Yesus di Nazareth. 

Dalam konteks nabi Yesaya, teks itu lebih kepada pengutusan hamba Tuhan sebagai seorang nabi membawa kabar baik kepada orang sengsara, remuk hatinya dan tertawan serta yang ada dalam penjara. 

"Orang-orang ini adalah yang berkurangan, miskin secara ekonomis, cacat, buta, lumpuh, terpinggirkan dari pergaulan masyarakat, dan yang putus asa dan orang yang kebebasannya dirampas oleh mereka yang berkuasa," kata dia. 

Menurut dia, Yesus tidak saja sebagai pembawa berita tapi pembawa keselamatan. Dalam beberapa teks menjelaskan bahwa Yesus memiliki roh kudus untuk membawa kabar baik. Pernyataan itu sejalan dengan turunnya roh Kudus saat dia dibaptis. 

Kabar baik itu menjadi bagian penting dalam pelayanan di bumi sekaligus menjadi pembebasan tidak saja dari spiritual tapi secara fisik. Tugas pembebasan itu berkenan dengan menebaskan orang miskin dari belenggu yang ada. 

Prof Samuel memenangkan uraian tentang tema seminar Beritakan Kabar Baik, dari sisi teologis. Tinjauan berlandaskan Injil diutarakan Prof Samuel berangkat dari teks-teks yang sudah ditulis dalam Injil. 

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Rektor UKAW Minta Civitas Akademika Tak Mudah Percaya Berita Hoax

Sementara itu Kapolda NTT Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga dalam materinya berkaitan dengan persepektif pertahanan dan keamanan jelang Pemilu 2024. 

Menurut Irjen Pol Daniel Silitonga, semua orang boleh saja menyampaikan kabar baik itu ke orang lain. Namun, perlu dilihat kabar yang disampaikan itu lebih jauh. 

Ia mengatakan, dalam Injil Matius tertulis juga kepadamu telah diberikan segala kuasa, apa yang terikat di bumi akan terikat di surga.

Ia menyebut, bila kata kerja itu diawali dengan huruf P dan diakhiri dengan kata Lah, maka menunjukkan sebuah perintah dan itu absolut. 

"Bukan perintah pilihan. Sama seperti di kami (polisi), saya keluarkan perintah ke anak buah saya, kerjakanlah, sidiklah, tangkap lah, kira-kira ada polisi yang tidak kerjakan, kira-kira saya apain," katanya. 

Hal yang sama tercermin dalam alkitab yang meminta agar umat untuk pergilah, mengajak dan lainnya, maka tentu akan ada hukuman pula. Sama seperti seorang polisi yang tidak menjalankan perintah secara otomatis akan mendapat hukuman secara internal maupun pidana. 

Dalam kepolisian, kata dia, ada kejahatan yang disengaja dan karena tidak berbuat apa-apa sehingga dikategorikan sebagai kejahatan. Menurut dia, bila kejahatan yang disengaja itu seperti mencuri dan lainnya. Lalu, kejatahan karena tidak berbuat apa-apa, misalnya seorang ibu tidak menyusui anaknya. 

Baca juga: Ketua Yayasan UKAW Pdt. Mesack Beeh Ajak Civitas Akademika Wujudkan Imago Dei dan Produktivitas

"Oleh karena itu pemberitaan firman Tuhan adalah perintah. Tidak bisa tidak dilakukan," sebutnya. 

Untuk itu, mengabarkan berita baik merupakan sesuatu yang harus. Semua itu bisa dilakukan sesuai dengan jalur atau jalan posisi masing-masing. 

Komisaris Utama ASABRI Dr. Fary Djemi Francis meninjau tema seminar itu dari sisi politik. Ia menyebut puncak karir adalah bagaimana mewariskan legasi dan memberi dampak perubahan. 

"Dimanapun kita berada, sebagai rektor, dosen, mahasiswa, sebagai pendeta nanti, kita diajarkan untuk begitu kita mendapatkan kesempatan, amanah, apa yang kita buat sebagai legasi kita," kata dia. 

Menurut dia, legasi politik itu merupakan sebuah pengakuan atas sesuatu yang sudah dibuat. Jabaran, kata dia, boleh beralih tapi legasi itu harus diwartakan. 

Ia mengaku, legasi politik memang tidak bisa dibangun secara cepat. Sebab membangun hal itu juga memang membutuhkan orang lain untuk memuluskan semuanya. (fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved