Berita Manggarai Barat
Dampak Kekeringan, 502 Petani di Manggarai Barat Gagal Tanam
Sebagian besar areal persawahan di Kecamatan Boleng merupakan sawah tadah hujan, pengairannya sangat bergantung pada hujan.
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Sebanyak 502 petani dari tiga desa di Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami gagal tanam dampak kekeringan yang berkepanjangan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat Laurensius Halu mengatakan tiga desa itu adalah Desa Golo Ketak, Mbuit dan Golo Sepang. "Berdasarkan laporan Camat Boleng, tiga desa ini butuh intervensi segera akibat gagal tanam," ujarnya, Rabu 7 Februari 2024.
Laurensius menerangkan dari total 2.673 hektar areal persawahan di Kecamatan Boleng, baru 2.146 hektar atau 87 persen yang difungsikan. 311 hektar sisanya tak bisa ditanam akibat kekeringan.
"Sisa yang belum ditanam akibat kekeringan di Desa Golo Sepang seluas 311,85 hektar yang tersebar pada 23 kelompok tani dan 502 petani," jelasnya.
Sebagian besar areal persawahan di Kecamatan Boleng merupakan sawah tadah hujan, pengairannya sangat bergantung pada hujan.
Dari luas persawahan 2.673 hektar, 1.855 merupakan sawah tadah hujan, 718 hektar sisanya sawah.
Baca juga: Geger, Anak Babi di Boleng Manggarai Barat Lahir dengan Wajah Mirip Manusia
Mengantisipasi dampak kekeringan di Kecamatan Boleng, pihaknya melakukan langkah mitigasi jangka pendek dan panjang. Langkah jangka pendek, mengerahkan mesin pompa air, mengalihkan para petani ke tanaman palawija dan holtikultura, memberi bantuan benih unggul, hingga menggelar pasar murah.
Langkah jangka panjang, menggunakan varietas genjah toleran terhadap kekeringan dan tahan terhadap hama penyakit, bangun embung, lumbung pangan desa, sumur bor solar cel dan gerakan tanam serentak.
Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng mengungkapkan kasus kekeringan terjadi hampir di semua kecamatan. Ia juga telah memerintahkan
dinas terkait untuk melakukan pendataan di lapangan guna mengetahui dampak kekeringan secara menyeluruh. Hal ini diharapkan dapat memungkinkan penentuan intervensi yang tepat.
Weng juga meminta agar seluruh kepala desa agar tanggap, sehingga pemerintah cepat mengambil tindakan. "Jangan menunggu masyarakat sudah lapar baru lapor ke kabupaten," tegasnya.
Sementara itu, Fuad, Pimpinan Bulog Cabang Labuan Bajo menyatakan stok beras saat ini berjumlah 900 ton. Dia menyebut jumlah itu dalam kondisi aman. "Yang saat ini sedang dalam perjalanan sebanyak 2.250 ton. Dengan demikian, maka stok beras kita akan terjamin hingga satu bulan ke depan," katanya.
Untuk mengatasi kondisi darurat, lanjut Fuad, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan serta pihak terkait, untuk menentukan lokus. (uka)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sawah-lembor.jpg)