Pilpres 2024

Banyak Kritikan Mengalir ke Presiden Jokowi, Butet Kertaredjasa: Itu Tanda Cinta Pada Negara

Belakangan ini banyak sekali kritikan mengalir ke Presiden Jokowi. Bahkan kritikan nan pedas pun muncul silih berganti, menguliti orang nomor satu ini

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
TANDA CINTA – Seniman dan Budayawan, Butet Kertaredjasa, mengungkapkan bahwa banyaknya sorotan dan kritikan terhadap Presiden Jokowi, merupakan wujud dari cinta pada negara ini. 

POS-KUPANG.COM – Belakangan ini, banyak sekali kritikan mengalir ke Presiden Jokowi. Bahkan kritikan nan pedas pun muncul silih berganti, menguliti orang nomor satu di negeri ini.

Terhadap fakta tersebut, seniman dan budayawan, Butet Kertaredjasa angkat bicara. Ia mengungkapkan bahwa ada begitu banyak kalangan akademisi juga para guru besar yang mengkritisi Presiden Jokowi.

Namun, lanjut dia, pelbagai sorotan itu adalah wujud dari cinta pada negara ini. "Itu semua adalah tanda cinta. Jadi, kalau Pak Jokowi tetap ‘keukeuh’, mengkhianati konstitusi dan tidak tunduk pada demokrasi, maka saya juga mohon maaf. Secara manusia, kita ini berteman, tapi secara posisi bapak berseberangan dengan kami,” tegasnya.

Butet Kertaredjasa menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers secara virtual di Media Centre Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar PranowoMahfud MD, Cemara, Jakarta, dipandu Direktur Eksekutif Kominfo dan Juru Bicara TPN, Tomi Aryanto, Senin, 5 Februari 2024.

Pada bagian lain, Butet juga menyambut baik atas dicabutnya laporan polisi atas dirinya yang merupakan perintah Presiden Jokowi.

Ia berterima kasih kepada Ketua Projo yang adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, karena dengan mencabut laporan hukum tersebut, maka hal itu sama artinya dengan mengurangi beban kerja polisi.

“Itu cara Pak Jokowi untuk mengingatkan para relawan agar tidak sibuk mencari muka dan jadi penjilat. Harusnya bukan hanya saya saja yang laporannya dicabut , tapi semua yang berusaha menegakkan konstitusi dan demokrasi yang jadi korban ‘prank’-nya Pak Jokowi, itu harusnya dibebaskan,” ujar Butet.

Mahfud: Ada Operasi Tekan Rektor

Secara terpisah, calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD, menegaskan dirinya mendapatkan laporan ada semacam operasi untuk menekan rektor-rektor kampus yang belum menyatakan sikap dan akan membuat deklarasi untuk kebaikan bangsa demi membangun demokrasi yang bermartabat.

“Secara bersamaan muncul operasi yang mendekati rektor-rektor yang belum mengemukakan, mereka diminta untuk menyatakan sikap yang berbeda, untuk mengatakan bahwa Presiden Jokowi baik,” paparnya saat berdialog “Tabrak Prof” di Yogyakarta, Senin 5 Februari 2024.

Mahfud melanjutkan, ada beberapa rektor perguruan tinggi membuat pernyataan seperti yang diminta oleh pihak yang melakukan operasi tersebut.

Kendati demikian, ada juga rektor yang jelas-jelas menolak, tambah Mahfud. Seperti rektor Universitas Soegijapranata di Semarang.

“Dia (rektor) mengatakan diminta untuk menyatakan untuk pemerintahan Jokowi baik, pemilu baik dan lain sebagainya, nah itu yang beredar,” ujar Mahfud.

Adanya intervensi ke kampus-kampus, lanjut Mantan Menko Polhukam ini, bisa saja terjadi, tetapi untuk mengatakan perguruan tinggi itu takut karena adanya tekanan, itu tidak juga.

Saat ini, menurut Mahfud, sudah 59 perguruan tinggi, dan selanjutnya akan terus mengalir setiap perguruan tinggi akan menyatakan sikap untuk mengawal pemilu dan menyuarakan pemerintahan yang beretika.

Baca juga: Yusril Ihza Mahendra Berpeluang Jadi Menko Polhukam Gantikan Mahfud MD

Baca juga: Daftar Nama Orang Dekat Presiden Jokowi yang Pilih Mundur Demi Ganjar-Mahfud MD

Baca juga: Tito Karnavian jadi Plt Menko Polhukam Gantikan Mahfud MD

Menurutnya, semakin menekan perguruan tinggi, maka semakin bergelombang gerakan-gerakan tersebut.

“Oleh karena itu karena kita berada di Yogyakarta, mari kita mengucapkan terima kasih kepada para guru besar civitas akademika UGM (Universitas Gajah Mada) yang telah lebih dulu mengajak perguruan tinggi lain menyatakan sikap yang sama,” tegasnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved