Berita Sikka

Pengendara Mengeluh Ada Oknum Warga Peras Pelintas di Wolokoli Kecamatan Bola

Ia mengaku mereka menyerahkan Rp 10 ribu karena dia mengendara sepeda motor. Jika tidak maka dilarang melintas.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-INME
Inilah lokasi sejumlah oknum warga melakukan aksi pemalakan di Wolokoli, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Minggu 4 Februari 2024. Mereka meminta uang dengan alasan sudah menambal jalan rusak ini. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Sejumlah pengendara mengaku resah karena ada oknum memalak atau meminta sejumlah uang saat melintas ke wilayah Kecamatan Bola Kabupaten Sikka.

Sejumlah orang itu meminta uang atau memalak orang yang melintas pada setiap hari Selasa, Jumat dan Minggu tepatnya di Wolokoli.

Mereka meminta uang bayaran karena sudah berupaya memperbaiki jalan berlubang.

"Saya pergi ke tempat wisata Bola, sampai di Wolokoli ada oknum warga yang tahan dan meminta uang, mereka bilang bayar perbaiki jalan yang berlubang. Saya terpaksa bayar," ujar Ino Prada (23) kepada POS-KUPANG.COM Minggu 4 Februari 2024.

Ia mengaku mereka menyerahkan Rp 10 ribu karena dia mengendara sepeda motor. Jika tidak maka dilarang melintas.

Aksi yang mereka lakukan sangat meresahkan pengguna jalan karena itu dikategorikan pungutan liar.

"Aneh, siapa yang suruh mereka tambal itu jalan rusak pakai tanah, biarkan saja rusak, terus paksa orang berikan uang baru boleh lewat,"ujarnya.

Ia meminta pihak terkait melakukan pengawasan karena jika tidak maka orang akan takut pergi berkunjung ke Bola. Padahal wilayah Bola menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di Kabupaten Sikka.

"Sudah sangat sering mereka oknum itu minta uang disitu, tidak ada kerja begitu sudah, itu peras orang namanya,"ujarnya.

Sementara warga lainnya. Inme Mida (39) mengaku aksi ini sangat mencoreng nama Kecamatan Bola

Ia mengaku hampir setiap hari minggu pasti ada oknum-oknum yang memalak pelintas di Wolokoli. Mereka melakukan aksi jauh dari perkampungan tepat pada hutan-hutan yang sepi.

"Mereka cari jalan yang sepi, ada lubang sedikit gali tanah dan tutup, itu siapa yang suruh. Kita juga mau tidak kasi mereka paksa," ujarnya.

Baca juga: Awal Tahun 2024, Sudah Ada Tiga Kasus Gantung Diri di Sikka

"Hari minggu itu kesempatan sekali mereka, karena orang ramai-ramai ke tempat wisata Watukrus Bola, itu mereka minta uang di Wolokoli, pokoknya di hutan-hutan situ," ujarnya.

Ia berharap pihak kepolisian dan pemerintah setempat melakukan patroli di Wolokoli. Karena sudah sangat keterlaluan sehingga menciptakan rasa aman bagi pelintas ataupun wisatawan. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved