Minggu, 3 Mei 2026

KKB Papua

Berpotensi Diganggu KKB, 31 TPS di Maybrat Papua Barat Daya Dipindahkan

"Kenapa digeser? Karena di situ ada pos TNI dan pos polisi sehingga daerah itu dinyatakan zona aman, tempatnya di kampung Ayatan," lanjut dia.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
KOMPAS.COM/(MAICHEL
KPU Papua Barat Daya saat Tinjau Lokasi TPS di Ayata. 

POS-KUPANG.COM, SORONG - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tampaknya menggunakan berbagai cara untuk mengganggu keamanan di Papua.

Kalau sebelumnya mereka menculik pilot Susi Air yang berkebangsaan Selandia Baru, kali ini mereka ingin mengganggu jalannya Pemilu 2024.

Menyadari risiko tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat Daya menggeser 31 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari lima distrik ke Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Pasalnya, 31 TPS tersebut berisiko diganggu oleh KKB.

"Ada 31 TPS dinyatakan rawan konflik telah direlokasi ke zona atau daerah yang dinyatakan nyaman di Distrik Aifat Timur Selatan," kata Ketua KPU Papua Barat Daya Andarias Daniel, Kamis (1/2/2024).

Penggeseran lokasi dilakukan demi alasan keamanan. "Alasan pemindahan 31 TPS karena lima distrik yakni Aifat Timur, Aifat Timur Selatan, Aifat Timur Jauh, Aifat Tengah masuk daerah rawan gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)," kata Andarias.

"Kenapa digeser? Karena di situ ada pos TNI dan pos polisi sehingga daerah itu dinyatakan zona aman, tempatnya di kampung Ayatan," lanjut dia.

Baca juga: Oni Kobagau Cs Tewas Ditembak Prajurit TNI Polri, Insiden Dipicu Serangan Mendadak KKB Papua

Andarias menegaskan, penggeseran tersebut telah mendapatkan izin dari KPU RI. Sementara itu, Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen TNI IIyas Alamsyah mengatakan, TNI siap memberikan jaminan keamanan terkait pemindahan 31 TPS ke wilayah Ayata.

"Iya pengamanan tetap di mana TPS itu dipindahkan kita juga akan menempel di situ. Jadi alasan untuk pemindahan teknisnya ada di KPU," kata Pangdam usai memimpin apel siaga kesiapan TNI pada pengamanan Pemilu, Kamis (1/2/2024).

Pangdam belum bisa memastikan jumlah personel yang diterjunkan untuk pengamanan. "Nanti saya hitung dulu, ada lah saya enggak bisa sebutkan di sini karena di situ sebagai daerah konflik," tuturnya.

(Kompas.com)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved