Pilpres 2024

Surya Paloh Bangga, Jusuf Kalla Turun Gunung, Dampingi Langsung Anies Baswedan di Bandung

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menyampaikan rasa bangganya pada Jusuf Kalla yang meluangkan waktu untuk turun gunung mendampingi Anies Baswedan

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
DI BANDUNG – Surya Paloh saat kampanye Anies Baswedan di Bandung. Dalam kampanye akbar tersebut, hadir pula Jusuf Kalla yang juga Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Minggu 28 Januari 2024. 

Nampak, Surya Paloh mengenakan seragam khas Nasdem dan bawahan hitam. Sedangkan, JK mengenakan pakaian batik hijau muda dan jaket hijau tua.

Selain itu, nampak relawan Partai NasDem Kota Bandung berduyun-duyun menghadiri kampanye akbar tersebut. 

Mereka datang dengan membawa atribut seperti bendera, spanduk, dan mengenakan kaos partai NasDem bernuansa biru dongker.

Adapun spanduk-spanduk tersebut bertuliskan "Perubahan", "Fans Anies-Muhaimin DPC. Kabupaten Bandung, serta AMIN Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Kembalikan Marwah Bernegara

Sebelumnya, saat berkampanye di Bumi Serambi Mekkah, Aceh, Sabtu 27 Januari 2024., Anies Baswedan menjawab pertanyaan wartawan seusai kampanye, Anies menanggapi kontroversi statemen Jokowi bahwa presiden boleh berkampanye dan salam dua jari dari dalam mobil kepresidenan. 

“Kita ingin mengembalikan marwah, kepemimpinan nasional sebagai negarawan yang mengayomi semua, merangkul semua, sehingga kepala negara menjadi satu proses dari seluruh kenegaraan yang menunjukkan sikap kenegarawanan. Kita gagas perubahan salah satunya itu,” kata Anies. 

Jadi kalau sekarang kita melihat kontroversi soal kenegarawanan, kata Anies, ini salah satu efek kalau kita tidak menempatkan sebagai posisi negarawan. 

“Tetapi sebagai salah satu pendukung, akhirnya muncul suasana negeri ini yang kurang elok. Semua akan dikembalikan ke rakyat untuk dilakukan penilaian. Apakah situasi seperti ini mau diteruskan atau perlu perubahan. Menurut kami perlu perubahan,” tegas dia. 

Anies menegaskan agenda yang paling utama dan terutama adalah mengembalikan marwah kehidupan bernegara, sehingga kepemimpinan nasional dihormati, karena menjangkau semua, mengayomi semua.

Soal permintaan dirinya agar Tim Hukum Nasional (THN) AMIN mencabut laporan di Bawaslu, Anies menjawab ingin berkonsentrasi di pemenangan pilpres 2024. “Kita mau berkonsentrasi di urusan pemenangan,” katanya. 

Heran dengan Serangan Luhut Panjaitan

Anies Baswedan menyebut ada pihak yang panik dengan komentar Thomas Lembong.

Hal tersebut terlihat dari pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyerang Tom Lembong.

Capres nomor urut 1 itu menyebutkan bahwa  mestinya tidak perlu ada yang panik atas komentar Tom Lembong yang mengaku pernah menjadi juru bisik dan membuat catatan untuk Presiden Jokowi.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved