Jumat, 15 Mei 2026

Berita Belu

Bupati Belu Sebut Komitmen Bersama dan Tindakan Konkret di Lapangan Harus Dilakukan

Ia berharap inovasi tersebut dapat membantu masyarakat untuk memperoleh air minum berkualitas dari sumber air lingkungan yang diolah dengan baik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Pemerintah Daerah (Pemda) Belu bekerja sama dengan Yayasan Plan dan Yayasan Pijar Timur menyelenggarakan Rapat Evaluasi STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Tingkat Kabupaten Belu, Selasa, 23 Januari 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pemerintah Daerah (Pemda) Belu bekerja sama dengan Yayasan Plan dan Yayasan Pijar Timur menyelenggarakan Rapat Evaluasi STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Tingkat Kabupaten Belu. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Selasa, 23 Januari 2024.

Rapat evaluasi ini di buka oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin yang didampingi oleh Kepala BP4D Belu, Rene Bria dan Kepala Dinas Kesehatan drg Ansila Eka Muti

Hadir pula dalam rapat ini Ketua Kumpesa Kabupaten Belu, perwakilan dari Yayasan Plan, Pimpinan Yayasan Pijar Timur, para Camat, Lurah, Kepala Desa, dan Kepala Puskesmas.

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, menyampaikan tujuan dari rapat ini yakni membahas dan mengevaluasi pelaksanaan STBM 5 pilar di wilayah Kabupaten Belu. 

Evaluasi ini mencakup aspek sanitasi masyarakat, termasuk kebiasaan buang air besar, cuci tangan, pengelolaan limbah rumah tangga, serta pengelolaan sampah.

"Evaluasi ini mencakup STBM 5 pilar terkait dengan sanitasi masyarakat. Akan ada evaluasi terkait upaya merubah pola hidup masyarakat dalam hal ini mencakup buang air besar, cuci tangan, pengelolaan limbah rumah tangga, dan pengelolaan sampah rumah tangga," ungkap Bupati Belu, saat diwawancarai POS-KUPANG.COM

Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini menekankan perlunya perbaikan komitmen dan deklarasi ulang terkait STBM, mengingat adanya perlambatan dalam sosialisasi dan tindakan di lapangan, terutama terkait buang air besar dan pembuangan sampah masyarakat yang masih belum sesuai standar.

"Komitmen di atas kertas harus diperbaiki dan dideklarasikan ulang karena kita lihat ada perlambatan sosialisasi dan tindakan di lapangan, terutama dalam hal buang air besar dan pembuangan sampah yang belum sesuai standar. Oleh karena itu, hari ini komitmen ini harus diperbaiki dan dideklarasikan ulang agar dapat terwujud di lapangan," tambah Bupati Belu.

Bupati juga menyampaikan bahwa perubahan pola hidup masyarakat terkait sanitasi tidak mudah dilakukan, tetapi dengan komitmen bersama dan tindakan konkret di lapangan, diharapkan dapat tercapai.

"Kita tidak hanya memerintah dari atas, melainkan juga turun ke bawah untuk melihat kondisi masyarakat, memahami kendala, dan bersama-sama menyelesaikannya. Perubahan pola hidup ini memang sulit, tapi kita harus berusaha dan memulainya. Jika kita bekerja sendiri, kita tidak akan berhasil. Oleh karena itu, terima kasih kepada seluruh teman, khususnya Plan Indonesia dan teman-teman di lapangan, untuk bersama-sama mencapai target ini. Semoga saat penilaian dan verifikasi lapangan semuanya sesuai dengan yang diharapkan," tegas Bupati Belu.

Baca juga: Bupati Belu Serahkan Beasiswa dan Seragam Kepada Ratusan Siswa-Siswi

Bupati Belu juga menyebutkan bahwa meskipun Kabupaten Belu telah mencapai cukup baik pada salah satu pilar STBM, namun masih ada beberapa aspek yang memprihatinkan. Oleh karena itu, upaya akan terus dilakukan untuk memperbaiki dan mencapai target minimal 70 persen di seluruh aspek STBM.

"Pilar pertama kita sudah cukup baik, tetapi yang lain masih memprihatinkan. Oleh karena itu, kita akan terus berupaya agar dapat mencapai minimal 70 persen pada seluruh aspek STBM. Saat ini, pilar 1 sudah mencapai 100 persen, namun ada sekitar satu tingkat tiga pilar lainnya yang masih memprihatinkan, terutama terkait pengolahan limbah rumah tangga. Kita akan perhatikan hal ini dan terus berupaya untuk memperbaikinya," ungkapnya.

Bupati Belu juga menyinggung inovasi dalam pengelolaan air bersih melalui alat yang dapat mengolah air menjadi air minum langsung. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved