Tinju Dunia
Hasil Tinju Dunia, Seusai Dikalahkan Artur Beterbiev, Callum Smith Pertimbangkan Pensiun
Hasil Tinju dunia, setelah dikalahkan Artur Beterbiev, Callum Smith kini pertimbangkan pensiun
Penulis: Kanis Jehola | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM - Hasil Tinju dunia, setelah dikalahkan Artur Beterbiev, di Videotron Center, Quebec City, Kanada, Sabtu (13/1/2024) malam waktu setempat, Callum Smith kini pertimbangkan pensiun.
Hingga saat ini, petinju berusia 33 tahun itu mengaku sulit menerima dirinya dikalahkan oleh Artur Beterbiev petinju berusia 39 tahun.
Karena itu, bungsu dari empat bersaudara yang semuanya petinju itu mulai mempertimbangkan pensiun dari dunia tinju.
Dalam duel Tinju dunia di Videotron Center, Quebec City, Kanada, Sabtu (13/1/2024) malam waktu setempat, Artur Beterbiev secara brutal dua kali menjatuhkan Callum Smith di ronde 7.
Serangan yang dilancarkan Artur Beterbiev memaksa pelatih Buddy McGirt masuk ring untuk memastikan duel dihentikan.
Dengan kemenangan itu, Artur Beterbiev mempertahankan sabuk gelar kelas berat ringan WBC/IBF/WBO.
Selanjutnya, Artur Beterbiev siap bertarung dengan Dmitry Bivol, juara kelas berat ringan WBA.
Selain sukses mempertahankan sabuk gelar, kemenangan itu juga membuat Artur Beterbiev menjaga rekor rasio kemenangan KO-nya 100 persen, yakni 20 kali naik ring, 20 kali menang, semuanya dengan KO.
Baca juga: Jadwal Tinju Dunia, Vasyl Lomachenko dan George Kambosos Jr Sepakat Bertarung, Ini Tanggalnya
Dalam wawancara dengan Sky Sports pascapertarungan, Callum Smith tampak kecewa dengan kekalahannya. Ia sepertinya hampir tak percaya bisa kalah.
Mantan juara kelas menengah super yang sebelumnya hanya kalah dari Canelo Alvarez pada 2020, mengatakan, dia akan mengambil istirahat sejenak, merenungi perjalanan kariernya, sebelum mengambil keputusan berikutnya.
“Saya terbiasa menjadi yang terbaik, mendapatkan diri tidak menjadi yang terbaik sungguh sesuatu yang sulit,” ungkap Callum Smith, dilansir metro.co.uk, dan dikutip sportanews.com.
“Dia yang terbaik malam ini. Dia menggagalkan saya mendapatkan momentum apapun. Dia bukan petinju yang sulit dipukul. Gerakannya relatif mudah dibaca. Apakah dia merasakan pukulan saya atau tidak, saya tidak tahu. Tapi, itu alasan mengapa dia jadi juara dunia,” kata Callum Smith.
Mengenai masa depannya, Callum Smith mengatakan, dia selalu menetapkan standar yang sangat tinggi, selalu ingin menjadi yang terbaik.
“Saya selalu yakin sayalah yang terbaik, dan kini sulit saya terima ternyata saya bukan yang terbaik. Saya mendapatkan dukungan luar biasa dari keluarga di rumah, saya dedikasikan hidup untuk tinju, menang atau kalah, tapi saya takkan terus-terusan bertinju,” katanya.
“Saya belum bisa mengambil keputusan saat ini. Saya harus melihat masa depan, melihat apakah saya masih punya motivasi untuk kembali masuk sasana. Jika tidak…kita lihat saja nanti. Sekarang saya akan habiskan waktu beberapa lama dengan keluarga, saya punya dua bocah di rumah, dan saya kehilangan mereka pekan ini.”
Baca juga: Hasil Tinju Dunia, Hentikan Spence Jr, Crawford dan Pelatihnya Rebut Ring Magazine Awards 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.