Pilpres 2024

Disebut Fahri Hamzah Bakal Ditangkap Usai Pilpres 2024, Ganjar Pranowo: Tak Perlu Saling Ancam

Calon presiden yang diusung PDIP dan beberapa partai koalisi, Ganjar Pranowo angkat bicara terkait ancaman yang dilontarkan Fahri Hamzah kepadanya.

|
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
KOLASE/POS-KUPANG.COM
TIDAK PERLU – Capres nomor urut 1, Ganjar Pranowo angkat bicara soal ancaman Fahri Hamzah bahwa dirinya akan ditangkap seusai Pilpres 2024. Ia meminta para politisi jangan saling mengancam, tapi berpolitik secara demokratis demi bangsa dan negara tercinta. 

POS-KUPANG.COM – Calon presiden yang diusung PDIP dan beberapa partai koalisi, Ganjar Pranowo angkat bicara terkait ancaman yang dilontarkan Fahri Hamzah bahwa dirinya akan ditangkap seusai Pilpres 2024 mendatang.

Dikatakannya, bahwa pernyataan Fahri Hamzah tersebut hanya dinamika politik belaka. Ancaman itu semacam tekanan dalam berpolitik apalagi dalam hajatan Pilpres 2024 yang kini sedang berlangsung.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu pun secara blak-blakan mengatakan, bahwa dirinya tidak takut dengan pernyataan Fahri Hamzah tersebut.

“Tidak perlu takut ada tekanan dan tidak perlu mengancam. Karena ancaman-ancaman seperti itu politic fear, politik yang buat takut orang saja,” ujar Ganjar sebagaimana dilansis Pos-Kupang.Com,  Sabtu 13 Januari 2024.

Ia pun mengingatkan Fahri Hamzah dan semua yang terlibat dalam Pilpres 2024 agar kembali ke politik rel demokrasi yang baik dan benar. Bahwa hukum tak boleh digunakan menjadi alat politik dan tidak untuk mencari dosa-dosa lawan politik.

“Jadi, menurut saya, yang fair saja-lah. Gak perlu cari dosa orang dan menjadikan hukum dijadikan sebagai alat politik,” bebernya.

Ganjar Pranowo pun mengajak rivalnya untuk bermain adil dan adu program. Kalaupun harus berdebat maka perdebatan pun harus bisa mengedukasi masyarakat.

“Kita berdebat dengan baik, kita komunikasikan ke masyarakat dan edukasi ini kita tularkan ke mereka ya, mudah-mudahan semua sadar,” jelasnya.

Untuk diketahui, belakangan ini iklim politik di Tanah Air semakin memanas. Kondisi ini semakin terasa usai debat capres pada Minggu 7 Januari 2024 malam.

Seusai debat tersebut, ketiga kandidat presiden masih saling melepaskan pernyataan yang cenderung saling memojokkan satu sama lain.

Hal itu dipicu oleh pernyataan Anies Baswedan yang memberikan nilai 11 dari 100 atas kinerja Kementerian Pertahanan yang selama ini dipimpin oleh Prabowo Subianto.

Penilaian Anies Baswedan itu terucap menjawabi pertanyaan capres yang diusung PDIP, yakni Ganjar Pranowo tentang berapa nilai Prabowo Subianto selama memimpin Kementerian Pertahanan RI.

Baca juga: FAKTA! Usai Debat Capres, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Makin Mesra, Muhaimin Bocorkan Ini

Baca juga: Muhaimin Iskandar Tertawa Ngakak Dengar Capres Anies Beri Rapor Merah ke Prabowo Subianto

Fakta lainnya, bahwa sampai saat ini elektabilitas pasangan Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka tetap bertengger pada posisi teratas  dari dua pasangan calon lainnya.

Elektabilitas Prabowo-Gibran itu masih menjadi yang tertinggi dari pasangan Ganjar-Mahfud MD dan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved