KKB Papua
KKB Papua Tebar Ancaman Lewat Video: Kami akan Tembak SIapa pun yang Melintas di Tanah Ini
Wakil Komandan TPNPB-OPM Sorong Raya Mamfred Fatem memberikan ultimatum mengerikan kepada prajurit TNI Polri dan warga sipil di Sorong dan sekitarnya.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Wakil Komandan TPNPB-OPM Sorong Raya Mamfred Fatem memberikan ultimatum mengerikan kepada prajurit TNI Polri maupun warga sipil yang berada di wilayah Sorong dan sekitarnya.
Melalui sebuah video amatiran, ia menandaskan bahwa akan menembak mati siapa pun baik prajurit TNI Polri maupun warga sipil, yang nekad melewati jalur jalan mulai dari Sisimuk hingga Tisor maupun dari Sisimuk hingga Ayata.
“Jadi peringatan keras bagi para sopir yang melintasi jalan, mulai dari Sisimuk sampai Tisor dan dari Sisimuk sampai Ayata,” kata Mamfred dalam video yang dirilisnya belum lama ini dan sekarang viral di media sosial.
Bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka ( TPNPB-OPM ) Kodap IV Wilayah Sorong Raya, menebar ancaman itu setelah mempelajari secara matang semua situasi yang ada di daerah bergolak saat ini.
Dalam pernyataannya, Wakil Komandan Operasi, Mamfred Fatem mengatakan, bahwa pihaknya akan menembak mati siapa pun yang coba-coba melintas dengan kendaraan di wilayah yang dianggap menjadi daerah kediamannya.
“Kami peringatkan semua sopir yang melintasi jalan mulai dari Sisimuk sampai Tisor dan Sisimuk hingga Ayata,” kata Mamfred dalam sebuah video yang dirilisnya di jagat media sosial.
Dengan suara nan lantang, ia mengancam jika ada yang berani melintas, maka pihaknya tidak segan-segan akan menembak dan membakar kendaraan yang digunakan.
“Jadi, kalau kami ketemu pasti akan kami tembak mati. Mobilnya juga akan kami bakar,” tegasnya.
Mamfred mengatakan bahwa ancaman itu disampaikan karena bagi TPNPB-OPM, siapapun pihak, baik TNI Polri dan warga sipil adalah intelijen polri.
Kehadiran intelijen TNI Polri tersebut, katanya, memang sangat mengganggu. Oleh karena pihaknya harus mengambil sikap tegas, yakni menembak mati siapa pun yang berani melewati wilayah yang telah dikaplingnya.
“Alasan kami adalah itu mereka yang melewati tanah kami adalah intelijen (TNI-Polri), sehingga siapa pun yang melintas harus ditembak,” tandasnya.
Pada bagian lain, dia juga mengatakan bahwa dirinya akan bertanggungjawab atas insiden penyerangan Pos Satgas TNI 133/YS di Kampung Bousha, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Senin 25 Desember 2023 lalu.
Dalam insiden penyerangan tersebut, dua prajurit TNI terkena tembakan. Dari dua korban tembakan tersebut, satu di antaranya yakni, Kopda Hendrianto gugur. Sedangkan Pratu Frengky Gulo menderita luka tembak di bagian perut sebelah kanan.
Baca juga: Pulang dari Pengamanan Ibadat Natal di Gereja Aifat, Kopda Hendrianto Ditembak Mati KKB Papua
Baca juga: Beredar Foto Terbaru Pilot Susi Air Kapten Philip Bersama Pimpinan KKB Egianus Kogoya
Untuk diketahui, sampai saat ini KKB Papua tak henti-hentinya melancarkan aksi kejamnya terhadap siapa pun yang dinilai berseberangan.
Atas tindakan itulah, anggota KKB Papua tersebut terpaksa diperangi. Karena tanpa cara itu, anggota Kelompok Separatis Teroris itu seenaknya melakukan tindakan anarkis kepada warga sipil. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.