Pilpres 2024

Debat Capres - Prabowo tak Menyerang, Anies Banyak Membaca, Ganjar Dapat Masukan Andika

Prabowo Subianto tidak akan menggunakan strategi menyerang dalam Debat Capres di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Editor: Alfons Nedabang
Youtube
Pasangan capres-cawapres memperlihatkan nomor urut usai penanrikan nomor urut di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (14/11/2023). Terbaru, Capres akan adu gagasan pada debat kedua di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024) 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran mengklaim calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak akan menggunakan strategi menyerang dalam Debat Capres di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Sekretaris TKN Nusron Wahid mengatakan Prabowo hanya ingin menyampaikan gagasan terkait tema debat, yakni soal pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.

"Tujuannya menyampaikan visi dan misi secara baik. Tidak ada unsur serang menyerang, jadi mengalir seperti air saja," kata Nusron, Kamis (4/1).

Nusron menyebut Prabowo sudah mengantisipasi jika mendapat serangan dari paslon lain mengingat tema debat kedua capres ini bersinggungan dengan Prabowo yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.

"Yang namanya debat menghadapi serangan ya biasa, tinggal dijawab saja," ujarnya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Habiburokhman. Ia mengatakan debat ketiga nanti bukanlah panggung Prabowo untuk unjuk gigi.

Baca juga: Debat Capres - Istora Senayan Bakal Jadi Saksi Tarung Gagasan Calon Presiden

"Jadi pada debat capres besok bukan ajang unjuk gigi atau show off, bukan," lanjut Habiburokhman.

Ia meyakini Prabowo tak akan mempermalukan, merendahkan atau menyerang capres lain meski lebih memahami isu debat ketiga, salah satunya pertahanan.

"Pak Prabowo enggak akan mempermalukan, enggak akan merendahkan, enggak akan menyerang capres lain pada debat besok," jelas Habiburokhman.

Debat ketiga dengan tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik itu akan digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, mulai pukul 19.00 WIB. Kali ini debat disiarkan di sejumlah stasiun televisi jaringan MNC Group.

Total keseluruhan durasi debat 150 menit, termasuk iklan. Durasi khusus debat yaitu 120 menit yang terbagi dalam enam segmen. Dalam debat kali ini KPU juga telah menunjuk 11 panelis dalam menyusun pertanyaan.

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan mengungkapkan ia telah menyiapkan diri dengan banyak membaca materi berkaitan dengan tema debat.

"Kami baca-baca lagi, diskusi lagi, refresh yang selama ini menjadi kebijakan. Otomatis harus refresh, menyegarkan kembali supaya insyaallah bisa berdiskusi dengan baik pada debat nanti," kata Anies usai menghadiri pertemuan dengan para ulama dan Pimpinan Ponpes Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (4/1).

Baca juga: Debat Capres Pertama, Semua Calon Berjanji Tegakkan Hukum dan Memiskinkan Koruptor

Anies menjelaskan, berdasarkan visi misi AMIN (Anies-Muhaimin), Indonesia harus menjadi negara yang dihormati dalam pergaulan global. "Kalau visi misi sudah jelas seperti yang tercantum, di situ kita ingin agar Indonesia menjadi sebuah negara yang dihormati dalam percaturan global," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Dan keterlibatan Indonesia di percaturan internasional memberikan manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan serta keadilan di Indonesia," kata Anies.

Di sisi lain Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN), Imam Priyono mengklaim capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo akan menguasai debat ketiga nanti. Imam menyebut tim internal sudah menyiapkan materi debat sejak lama.

"Keseruan besok ini dikarenakan kesiapan Mas Ganjar dalam menguasai materi tersebut yang sudah lama disiapkan kelompok ahli dari Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud. Siapa yang meragukan orang-orang di tim Mas Ganjar ini yang begitu canggih dan menguasai persoalan keamanan, pertahanan, dan geopolitik?," kata Imam, Kamis (4/1).

Imam mengakui tema debat ketiga terkait pertahanan dan geopolitik memang menjadi santapan Prabowo. Namun, ia meyakini Ganjar akan menguasai debat itu. Iman lantas menyebut tokoh-tokoh di TPN yang berpengalaman di pertahanan dan keamanan.

Nama berpengalaman itu mulai dari Mantan Panglima TNI Andika Perkasa, Mantan Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto, hingga Mantan Wakapolri Gatot Eddy Pramono. Dia menilai ketiganya sudah khatam terkait pertahanan dan keamanan.

Baca juga: Debat Capres Pertama, Ketua KPU Ajak Para Kandidat agar Gunakan Kesempatan untuk Meyakinkan Pemilih

"Salah satu jagoan tim ini adalah Pak Andika Perkasa, mantan Panglima TNI, yang dulu dikenal begitu dekat dengan prajurit dan rajin turun ke lokasi-lokasi strategis pertahanan negara. Selain itu, ada Pak Gatot Eddy Pramono, mantan Wakapolri. Beliau pastinya sangat menguasai urusan keamanan," kata Imam.

"Lalu, ada Mas Andi Widjajanto, mantan Gubernur Lemhanas yang begitu ngelotok dan khatam dengan segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang datang baik dari luar negeri maupun dalam negeri," lanjutnya.

Andika Perkasa sendiri sebelumnya mengakui telah memberikan masukan kepada Ganjar sebagai persiapan dalam menghadapi debat ketiga capres pada Minggu (7/1) mendatang.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD itu menyebut Ganjar sudah siap menjalani debat tersebut.

"Hari Sabtu kemarin saya sudah memberikan masukan kepada tim yang akan mengumpulkan, menghimpun semua isu-isu yang kemudian nanti dilaporkan ke mas Ganjar. Dan besok pun juga masih ada. Saya akan memberikan masukan," jelas Andika saat ditemui di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Senin (1/1).

Mantan Panglima TNI itu menyebut ada sejumlah pihak yang juga telah memberikan masukan kepada Ganjar. Andika mengingatkan Ganjar perihal isu dan diksi-diksi, terutama di bidang pertahanan. Adapun dia meyakini bahwa Ganjar sudah memahami hal-hal tersebut.

Andika sempat merespons pertanyaan awak media terkait apakah ada kekhawatiran capes nomor urut 2, Prabowo Subianto yang juga seorang Menteri Pertahanan akan menggunakan istilah-istilah sulit seperti yang dilakukan cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka pada debat 22 Desember lalu.

Ia meyakini semua pihak memiliki hak untuk menggunakan istilah dalam gelaran debat. Namun, pada akhirnya penonton lah yang menentukan performa debat para capres.

"Orang tidak tahu belum tentu bahwa yang bersangkutan tidak menguasai, kan belum tentu, karena mungkin bukan bidangnya. Tapi kalau semangatnya adalah menanyakan substansi, harusnya kan itu menjadi bagian dari pertanyaan itu sendiri, supaya substansinya terjawab," jelas Andika.

"Kecuali, pertanyaannya itu memang supaya malu lah misalnya, enggak bisa jawab. Tapi kan pasti audience sendiri yang kemudian akan menilai 'Oh perilaku seperti ini apakah pantas atau enggak' dan seterusnya," sambung dia. (tribun network/mam/igm/riz/dod)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved