Berita NTT
Ratusan Ton Hasil Tanaman Perkebunan dari NTT Dibawa ke Surabaya
Hasil tanaman perkebunan yang akan dilalulintaskan meliputi kopra seberat 25 ton, biji mede 12 ton, kulit kemiri 54 ton, dan asam jawa 90 ton.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Balai Karantina Nusa Tenggara Timur melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Atapupu melakukan sertifikasi terhadap ratusan ton media pembawa berupa hasil tanaman perkebunan.
Hasil tanaman perkebunan yang akan dilalulintaskan meliputi kopra seberat 25 ton, biji mede 12 ton, kulit kemiri 54 ton, dan asam jawa 90 ton.
Media pembawa tersebut akan dilalulintaskan menggunakan moda transportasi laut KM Surya Pelangi melalui Pelabuhan Atapupu, Kamis 28/12/2023.
Baca juga: Putaran Uang Hasil Perkebunan Mete di Kabupaten Kupang Miliaran Rupiah per Tahun
Media pembawa tersebut telah melalui serangkaian pemeriksaan fisik, pemeriksaan kesehatan, dan pemeriksaan administratif yang hasilnya bebas OPTK dan layak untuk dilalulintaskan.
Sehingga, dapat diterbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT 12) sebagai jaminan kesehatan media pembawa karantina tumbuhan.
"Hasil tanaman perkebunan merupakan komoditi yang rutin dilalulintaskan, terutama ke Surabaya. Beberapa komoditi yang dikirimkan antara lain kopra, kemiri kulit dan isi, biji gewang, asam jawa, dan kopi. Kami melakukan pemeriksaan baik fisik, kesehatan, dan administratif sebelum dikirim untuk memastikan media pembawa tersebut bebas organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK)," ujar Lin Abolla selaku Analis Perkarantinaan Tumbuhan.
Terpisah, Khaeruddin selaku Plt. Kepala Karantina Nusa Tenggara Timur, mengatakan, selain pengiriman hewan ternak, Nusa Tenggara Timur juga memiliki hasil tanaman perkebunan yang melimpah dan rutin dilaulintaskan.
Baca juga: Makin Masif, Perkebunan Gula Pertama di NTT Percayakan Suplai Kelistrikan 7.760.000 VA pada PLN
"Kami senantiasa melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap media pembawa karantina hewan maupun tumbuhan untuk menjaga wilayah Nusa Tenggara Timur bebas OPTK dan HPHK," kata dia, Jumat (29/12/2023).
Merujuk pada data IQ FAST 2023, hasil tanaman perkebunan yang dialulintaskan melalui Pelabuhan Atapupu mencapai 4.751.837 kilogram dengan frekuensi sebanyak 338 kali.
Dari data tersebut, komoditas asam jawa menempati urutan pertama dengan jumlah 1.817.000 kilogram dan frekuensi pengiriman sebanyak 100 kali. (fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Seorang-petugas-dari-Balai-Karantina-Pertanian-sedang-melakukan-pemeriksaan.jpg)