Lukas Enembe Meninggal

Papua Berkabung, Masyarakat Diminta Tak Beraktivitas Kala Jenazah Lukas Diarak dari Bandara Sentani

Sebagai penghormatan terakhir pada Lukas Enembe warga diminta berhenti beraktivitas saat jenazahnya diarak dari Bandara Sentani ke rumahnya di Koya.

|
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
BERHENTI BERAKTIVITAS – Masyarakat Papua diimbau untuk menghentikan aktivitasnya saat jenazah Papua diarak menuju tempat peristirahatan terakhir di kediamannya di Koya Tengah, Jayapura, Kamis 28 Desember 2023. 

Mereka kecewa karena Lukas Enembe diproseshukumkan hingga meninggal dunia. Makanya mereka mulai melampiaskan amarahnya dengan melempar rook dan mobil di sepanjang jalan yang dilalui.

Pelemparan juga dilakukan sampai dengan jalan masuk lapangan STAKIN Sentani. Mereka bahkan menyerang aparat TNI/ Polri yang sedang bertugas.

Mereka juga menuding aparat keamanan sebagai biang kerok kematian Lukas Enembe. “Polisi tentara jangan ada di jalan, kamu yang bunuh bapa kami," tuding seorang dari massa.

Saat itu, bendera bintang kejora pun dikibarkan. Tatkala bendera sudah berkibar terdengarlah pekikan “Merdeka, Papua Merdeka.”

Situasi semakin kacau dan massa membabibuta. Mereka mulai merusak sejumlah kendaraan pejabat, polisi, TNI dan masyarakat.

Saat itu, aparatur pemerintah dan mahasiswa yang membaur di tengah-tengah arak-arakan massa, sempat  berusaha menenangkan tindakan anarkis tersebut, namun usaha itu sia-sia belaka.

Massa malah bertindak semakin nekat dan tak menghiraukan sama sekali apa yang dilakukan aparat keamanan saat itu. Mereka menumpahkan unek-uneknya atas tindakan aparat penegak hukum yang disebut sebagai penyebab kematian Lukas Enembe.

Kapolres Serukan Imbauan

Pada Rabu 27 Desember 2023, Kapolres Jayapura, AKBP Frederickus W A Maclarimboen telah menyampaikan seruan tentang hal-hal yang harus diindahkan saat jenazah Lukas Enembe tiba di Bandara Sentani, Jayapura.

Kepada awak media di Mapolres Jayapura, Doyo Baru, Kapolres Frederickus W A Maclarimboen mengatakan bahwa masyarakat

diimbau untuk tidak melintas ketika iring-iringan jenazah dibawa dari Bandara Sentani menuju gedung STAKIN Sentani.

Imbauan tersebut, katanya, berdasarkan hasil rapat forkopimda yang dihadiri Sekertaris Daerah Provinsi Papua, Pangdam XVII Cendrawasih, Kapolda Papua, bersama dengan Presiden GIDI Papua di aula STAKIN Sentani.

Proses penjemputan dan persemayaman jenazah almarhum dimana jenazah akan tiba di Bandara Sentani pukul 09.00 WIT.

Penjemputan akan dilakukan oleh para pendeta dari denominasi gereja yang ada di Kabupaten Jayapura, bersama mahasiswa STAKIN dan STT GIDI yang akan mengusung jenazah diturunkan dari pesawat ke ruang VIP Bandara Sentani, lalu ke mobil ambulance.

Meski ada imbauan yang telah disampaikan, namun semua itu diabaikan oleh massa. Massa malah bertindak nekad sepanjang jalan dengan melakukan perusakan sebagai cara menumpahkan emosi atas kematian Lukas Enembe yang selama ini dikawal pemerintah. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved