Pilpres 2024
Ongkos Iklan Politik Ganjar-Mahfud Lampaui Prabowo-Gibran, Anies-Muhaimin Terkecil
Berdasarkan pantauan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) terkait dana kampanye, ongkos iklan Ganjar-Mahfud paling besar dari yang lain.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Berdasarkan pantauan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) terkait dana kampanye, ongkos iklan politik yang dikeluarkan pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD melampaui biaya iklan yang ditanggung Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
Sementara itu, biaya iklan politik yang dikeluarkan oleh pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar paling kecil.
Fakta ini terungkap dari hasil penelusuran yang dilakukan Perludem pada tenggat waktu 16 November hingga 25 Desember 2023, setelah memasukkan kata kunci seputar nama capres-cawapres ke Meta Ad Library.
Untuk diketahui, berdasarkan pemantauan ongkos iklan politik tiga pasangan capres-cawapres pada platform media sosial berbasis Meta, ternyata biaya yang dikeluarkan sudah jauh lebih besar dari pengeluaran dana kampanye yang dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Temuan itu setelah Perludem membandingkan laporan dana kampanye yang diunggah KPU RI dalam Sistem Informasi Kampanye dan Dana Kampanye (Sikadeka) dengan data open source Meta Ad Library yang dapat diakses publik.
Dari pantauan itu terungkap ada 15 akun pengiklan yang mengampanyekan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Dari 25 akun pengiklanan tersebut, total pembiayaan yang sudah dikeluarkan pasangan capres-cawapres ini mencapai Rp 444.345.531.
Sementara biaya pengiklanan capres-cawapres nomor urut 2, yakni Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, memiliki 33 akun di Meta untuk mengatur pengiklanan pasangan tersebut.
Biaya yang sudah dikeluarkan untuk item tersebut mencapai hampir Rp 778.930.409. Biaya ini kemungkinan akan terus bertambah pada hari-hari yang akan datang.
Sedangkan capres-cawapres nomor urut 3, yakni pasangan Ganjar Pranowo - Mahfud MD, dana yang dikeluarkan untuk 87 akun pengiklan di Meta, mencapai hampir Rp 1 miliar atau tepatnya Rp Rp 829.163.419.
Mayoritas pengiklanan tersebut, katanya, bersumber dari akun pendukung atau relawan yang semestinya dikategorikan sebagai sumbangan dalam laporan dana kampanye yang dilaporkan ke KPU RI.
"Dalam hal ini, yang beriklan di dalam media sosial tersebut ternyata banyak juga akun-akun pendukung. Bukan akun pribadi masing-masing paslon, tapi akun pendukung," kata peneliti Perluden, Heroik Pratama, dalam rilis hasil penelitian mereka pada Rabu, 20 Desember 2023.
Namun demikian, dalam Sikadeka KPU RI yang memuat update berkala data bergerak soal pemasukan, sumbangan, dan pengeluaran dana kampanye capres-cawapres, tak satu pun pasangan calon melaporkan pengeluaran ratusan juta rupiah hasil sumbangan untuk kampanye di media sosial.
Di dalam Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) yang diserahkan masing-masing kubu per 27 November 2023 ke KPU RI, pengeluaran untuk iklan dan kampanye juga masih nihil.
Baca juga: Dana Kampanye Anies-Muhaimin Paling Kecil, Muhaimin Iskandar Angkat Bicara: Swadaya Kader Lebih Baik
Baca juga: Gembira Didukung Siti Azizah Maruf, Ganjar: Ini Namanya Tambahan Energi dari Banten
Padahal, baliho para capres-cawapres bertebaran di jalan dan iklan-iklan politik di platform Meta sudah bertebaran ketika itu.
Untuk diketahui, dana kampanye untuk tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, pasangan calon yang punya dana kampanye terbesar, adalah pasangan Prabowo-Gibran. Sedangkan dana kampanye terkecil dari ketiga calon tersebut, adalah Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.