Berita Rote Ndao
Budidaya Rumput Laut Modern, Kadis Kelautan dan Perikanan Rote Ndao: Kita Ubah Pakai Batok Kelapa
Hal ini disampaikan Yusup saat memberi sambutan dalam acara kunker Danrem 161/Wira Sakti di Pantai Nemberala, Kecamatan Rote Barat.
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Rote Ndao, Jusup B. Messakh menyebut demi mengubah trend cara budidaya rumput laut yang modern, para petani rumput laut diminta menggantikan pelampung dari botol plastik berahli ke batok kelapa.
Hal ini disampaikan Yusup saat memberi sambutan dalam acara kunker Danrem 161/Wira Sakti di Pantai Nemberala, Kecamatan Rote Barat. Rabu, 20 Desember 2023.
"Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan berusaha ke depan agar budidaya rumput tidak menggunakan botol-botol plastik lagi," kata Jusup.
Baca juga: Bawaslu Rote Ndao Temukan Lima Pelanggaran Pemilu
"Apalagi di Nemberala, kelapa banyak. Kalau bapak mama setuju, kita pakai batok kelapa. Seperti yang dilakukan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) di Wakatobi, kurang lebih 50 hektar budidaya rumput laut, pelampungnya pakai batok kelapa," sambung dia.
Dijelaskan Jusup, tahun 2024 nanti, Kabupaten Rote Ndao mendapat bantuan dan percontohan KKP di Wakatobi akan diterapkan di Rote. Anggarannya, kurang lebih 10 sampai 15 Miliar.
"Kami sudah melakukan diskusi dari Kementerian dan tahun depan mereka akan melaksanakannya di Pulau Rote," tutur Jusup.
Baca juga: Wabup Rote Ndao Apresiasi Korem 161/Wita Sakti Menggerakkan Masyarakat Bersihkan Pantai
Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Rote Ndao juga akan berkoordinasi dengan Camat, para Kepala Desa dan petani rumput laut untuk menjaga laut agar tetap asri dan indah.
"Saya lihat, pemandangan laut sudah bagus, hanya cara pemasangan tali dan patok untuk rumput laut yang masih kurang tepat," ungkap Jusup.
"Kita perlu perhatikan itu bapak mama, selain kita budidaya rumput laut untuk mendapat uang, tapi kita harus melihat bahwa ini juga tempat pariwisata yang menarik wisatawan mancanegara agar tetap punya minat mereka datang ke Rote," sambung dia.
Menanggapi permasalahan botol plastik yang sering dilihat tercecer di pesisir pantai, Jusup punya komitmen akan mencoba percontohan budidaya rumput laut dari KKP di tahun depan untuk menjawab apa yang menjadi pergumulan bersama masayarakat petani rumput laut.
Baca juga: Kormi Rote Ndao Selenggarakan Olahraga Kreasi Masyarakat dengan Hadiah Puluhan Juta
"Tidak zaman lagi kita pakai botol plastik jadi pelampung. Kita pakai batok kelapa," cetus Jusup.
Menurut dia, budidaya rumput laut itu sesuatu yang sangat mudah dibandingkan petani di darat yang usaha kebun dan usaha sawah. Yang disebutnya, budidaya rumput laut itu tak perlu pagar dan tidak perlu juga cabut rumput.
"Yang perlu kita jaga di sini adalah kita membuat laut itu tetap indah, karena kita Rote itu dikenal dengan wisata lautnya terutama di Nemberala," terang Jusup.
Dia mengaku, sering orang bilang, kalau datang di Rote, belum injakan kaki di Nemberala, rasanya belum ada di Rote.
"Tuhan Yesus punya murid itu banyak nelayan. Artinya melaut itu menjanjikan. Mari kita sama-sama jaga keindahan laut kita," tutup Jusup. (rio)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Potret-seorang-ibu-petani-rumput-laut-di-Nemberala-Rote-Barat.jpg)