Natal dan Tahun Baru

Unik, Mahasiswa Unipa di Sikka Pasang Pohon Natal Bernuansa Alam

Pohon Natal dari ranting kering pohon pinang hias dibuat setinggi kurang lebih 3 meter dan lebar kurang lebih 3 meter, dengan pengerjaan selama 2 hari

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ARNOLD WELIANTO
Mahasiswa Unipa Indonesia dari Fakultas Teknik program studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Unipa Indonesia membuat pohon Natal bernuansa alam yaitu menggunakan ranting kering dari pohon pinang hias, Minggu 17 Desember 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM,MAUMERE - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Umat Kristiani di Kota Maumere Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur membuat pohon Natal untuk untuk menyambut perayaan kelahiran Yesus Kristus.

Namun kali ini ada yg berbeda, sejumlah mahasiswa Unipa Indonesia dari Fakultas Teknik program studi (Prodi)  Desain Komunikasi Visual (DKV) UNIPA Indonesia membuat pohon Natal bernuansa alam yaitu menggunakan ranting kering dari pohon pinang hias.

Pohon Natal dari ranting kering pohon pinang hias ini dibuat setinggi kurang lebih 3 meter lebar kurang lebih 3 meter, dengan pengerjaan selama 2 hari.

Baca juga: Unipa Maumere Raih Pos Kupang Award 2023 Sebagai Kampus Merdeka Paling Berprestasi

Ranting kering dari pohon pinang hias yang digunakan ini merupakan ranting yang sudah kering. Kemudian disusun dan dihias, hingga menjadi pohon Natal. Pohon tersebut kemudian dipercantik dengan lampu warna warni.

Seluruh bagian pada pohon natal ini juga dihiasi dengan pernak-pernik Natal dari bahan alam.

Yoseph Esternus Ropi, salah satu mahasiswa program studi (Prodi)  Desain Komunikasi Visual (DKV) Unipa Indonesia menjelaskan konsep pembuatan pohon Natal bernuansa alam ini sebagai bentuk menambah nilai untuk mencintai lingkungan sekitar.

Baca juga: KADIN NTT Sosialisasi Program MARKIJA di UNIPA dan UNFLOR magang di Eropa

Dikatakannya, selain konsep bernuansa alam, mahasiswa juga berinovasi membuat pohon natal dari botol air mineral bekas. Pembuatan pohon Natal ini juga menggunakan bambu, tali dan lampu neon.

Kata dia, Penggunaan bahan alami menjadi pohon natal ini dibuat untuk menambah nilai untuk mencintai lingkungan. Selain itu, hal tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik yang kerap menjadi penyebab banjir di Kota Maumere.

Keberadaan pohon Natal dari bahan alam dan barang bekas ini, menarik perhatian warga setempat untuk berswafoto. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved