Ganjar Kampanye di Kupang

Ganjar Pranowo Berkunjung ke Kota Pancasila, Pengamat Sebut Punya Makna Tersendiri

Namun tantangan bagi Ganjar Pranowo bahwa Ende bukan dominasi kaum nasionalis, tapi ada abangan dan santri.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Pengamat Politik dari Universitas Muhamadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kunjungan Calon Presiden (Capres) RI 2024 Ganjar Pranowo berkunjung ke Kabupaten Ende dalam rangka kampanye mempunyai makna tersendiri, baik bagi Ganjar Pranowo maupun masyarakat di Kota Pancasila.

Demikian disampaikan Pengamat Politik, Dr. Ahmad Atang kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu 2 November 2023.

Menurut Ahmad, tidak dapat dipungkiri bahwa Kota Ende menyimpan sejarah bangsa soal Pancasila. 

Soekarno dalam masa pembuangan menemukan ide tentang dasar negara, yakni Pancasila, sehingga Ende dapat juga disebut sebagai Kota Pancasila.

Baca juga: Capres Ganjar Pranowo Lesehan Bersama Anak Muda di Kota Kupang

Dengan demikian, kehadiran Ganjar Pranowo sebagai capres yang diusung PDIP memiliki keterkaitan historis dan ideologis yang berbasis nasionalisme.

PDIP merupakan titisan langsung dari Partai yang didirikan oleh Soekarno, yakni PNI, sehingga Ganjar Pranowo memilih Ende sebagai lokus kampanye di NTT, memberi makna bahwa Ende adalah bagian dari PDIP dan PDIP secara historis tidak dapat dipisahkan dengan Ende.

Pada titik ini, menurut dia animo politik pilpres masyarakat Ende tentu diharapkan inheren dengan kehadiran Ganjar Pranowo, sehingga elektabilitas Ganjar Pranowo justru akan meningkat di mulai dari Kota Ende.


Namun tantangan bagi Ganjar Pranowo bahwa Ende bukan dominasi kaum nasionalis, tapi ada abangan dan santri.

Dengan tipologi sosiologis yang demikian akan sangat beragam dan variasi aspirasi politik pilpres. 

Oleh karena itu, kehadiran Ganjar di Ende harus menampilkan politik egaliter dengan bersilaturahmi dengan semua kalangan, baik tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya. 

Dengan begitu akan memberikan kesan bahwa Ganjar menampilkan tipikal pemimpin negara yang pluralis dan multikulturalis sesuai semangat Soekarno dan PDIP. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved