Pilpres 2024
Uang Berstempel Prabowo Tetiba Beredar, Nusron: Jangan Jadikan Mata Uang Sebagai Instrumen Politik
Dinamika politik di Tanah Air kini semakin memanas. Isu kontraproduktif pun menyeruak dan cenderung menyerang satu per satu pasangan capres-cawapres.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Dinamika politik di Tanah Air kini semakin memanas. Isu kontraproduktif pun menyeruak dan cenderung menyerang satu per satu pasangan calon yang ikut dalam hajatan Pilpres 2024 yang akan datang.
Salah satu isu miris tersebut kini menerpa pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Bahkan calon presiden yang diusung Koalisi Indonesia Maju itu pun jadi sasaran isu yang dihembuskan oknum tak bertanggungjawab itu.
Kali ini, hal negatif yang menyasar Prabowo Subianto, adalah beredarnya pecahan uang Rp 20.000 yang berstempel Prabowo Satria Piningit.
Atas fakta itulah Nusron Wahid yang adalah Sekretaris Tim Kampanye Nasional, angkat bicara. Ia sangat kesal lantaran uang jadi instrumen politik negatif terhadap kandidat presiden yang diusung Koalisi Indonesia Maju.
“Kami sangat menyayangkan modus politik seperti ini. TKN sangat menyayangkan adanya peredaran uang yang ada tulisan dan gambarnya Prabowo Satrio Piningit,” ujar Nusron di Jakarta, sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com, Sabtu 18 November 2023.
Ia bahkan secara blak-blakan meminta agar segera melaporkan hal tersebut kepada Bank Indonesia karena merugikan pasangan Prabowo-Gibran.
Nusron menegaskan, bahwa Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran atau partai pengusung, tidak pernah mengkreasikan hal tersebut. Makanya pihaknya sangat menyayangkan hal semacam itu.
“Ini juga menyangkut harkat dan martabat mata uang rupiah. Makanjya kami sangat menyayangkan hal ini,” ujar Nusron.
Nusron memastikan bahwa tidak satu pun relawan, tim kampanye atau partai pengusung yang membuat stempel pada mata uang pecahan Ro 20.000 itu.
Namun, jika uang itu beredar, maka hal itu akan berdampak buruk terhadap pasangan Prabowo-Gibran. Karena publik bisa saja menilai bahwa Ketua Umum Partai Gerindra menghalalkan semua cara agar menangkan Pilpres 2024.
Atas masalah tersebut, Nusron Wahid mengimbau kepada para pihak untuk tidak melakukan hal semacam itu pada hari-hari yang akan datang.
Ia juga menyadari bahwa saat ini adalah musim politik, di mana semua hal bisa saja terjadi. Namun ia meminta agar jangan menjadikan mata uang rupiah sebagai alat untuk menyerang pihak lain.
"Ya, memang ini tahun politik, sehingga segala sesuatu bisa saja terjadi. Tapi kami mengimbau agar hal semacam ini jangan terjadi di Pilpres 2024, karena telah menyangkut kebijakan moneter.
Sesuai catatan Kompas.com, foto-foto uang pecahan berstempel Prabowo Satria Piningit juga pernah terjadi pada 2018, menjelang Pilpres 2019.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.