Tragedi Berdarah di KM Awu
PT Pelni Mohon Maaf Atas Tragedi Berdarah di KM Awu Tujuan Kumai
ambulance untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit terdekat segera setelah kapal sandar di Pelabuhan Kumai.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - PT Pelni menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di KM Awu tujuan Kumai.
Manager Komunikasi PT Pelni, Ditto Pappilanda dihubungi dari Kupang, Jumat 17 November 2023 menjelaskan mengenai kejadian yang mengakibatkan 5 orang korban. Satu diantaranya meninggal dunia.
Ditto menerangkan, kekerasan dengan senjata tajam yang dilakukan oleh penumpang di atas kapal, yang disinyalir orang dengan gangguan jiwa saat KM Awu dalam pelayaran dari pelabuhan Surabaya menuju ke Pelabuhan Kumai pada Rabu, 15 November 2023 pukul 15.35 WIB.
Kejadian berada di Dek-4 belakang sebelah kanan. Adapun korban luka atas kejadian tersebut telah ditangani secara cepat oleh petugas kesehatan dan kru kapal dibantu oleh beberapa penumpang yang berada di lokasi kejadian.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Awu 8-29 November 2023 Semua Rute, Kalabahi-Surabaya, Kumai-Kupang, Bima-Ende
Ia menyampaikan jumlah korban luka akibat kejadian ini sebanyak lima orang, tiga laki laki dan dua perempuan. Satu diantara lima korban dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal dunia berasal dari Jember, Jawa Timur.
"Dan pelaku meninggal dunia akibat aksi massa yang marah dengan tindakan pelaku," tambah dia.
Sedianya, KM Awu berlayar dari Surabaya pada 14 November 2023 dengan rute Kumai - Surabaya - Benoa - Bima - Waingapu - Ende - Kupang - Kalabahi (PP).
Sesuai koordinasi dan komunikasi dengan Nakhoda KM Awu, Kantor Cabang Kumai telah menyiagakan beberapa ambulance untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit terdekat segera setelah kapal sandar di Pelabuhan Kumai.
"PT PELNI menyampaikan permohonan maaf terutama kepada korban meninggal dunia dan luka, serta kepada seluruh penumpang KM Awu atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden ini," katanya.
Dia mengklaim, sebagai perusahaan transportasi laut, PT PELNI selalu memprioritaskan keselamatan dan keamanan penumpang serta armadanya.
Atas kejadian ini, PT PELNI berkoordinasi dengan Pelindo untuk memperketat pengawasan dan sterilisasi barang bawaan penumpang di ruang tunggu terminal.
"Sejak Awu tiba tiba di Kumai, PELNI langsung membawa korban luka ke rumah sakit. Untuk pengobatan dan seluruh biaya perawatan maupun pemulangan korban meninggal, sepenuhnya ditanggung oleh kami," ujarnya.
Ditto enggan menyebut identitas pelaku kegaduhan di KM Awu. Namun begitu ia membenarkan ketika ditanya saat pelaku memulai pelayaran. Dia menyebut pelaku berangkat dari Tenau, Kupang, NTT.
Pelaku sendiri berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah.
"Pelaku naik dari Kupang tujuan Kumai," sebut dia. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tampak-dua-korban-insiden-KM-Awu-saat-sedang-mendapat-pengobatan-dari-petugas.jpg)