Berita Manggarai Barat
Beras Petani Nggorang Manggarai Barat 'Disulap' Jadi Beras Super Premium
karena beras petani dipoles lagi sehingga kualitasnya lebih bagus, dan bisa dijual ke hotel-hotel di Labuan Bajo
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Beras yang dihasilkan petani di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat ditingkatkan kualitasnya dari rendah menjadi beras berkualitas super premium dengan menggunakan mesin tambahan.
Inovasi itu digagas oleh kamar dagang dan industri (Kadin) Manggarai Barat melalui program 'Kadin Pertanian Hub'. Program yang sudah berjalan sejak tahun 2020 ini berfokus pada pemberdayaan hasil produksi petani binaan seperti padi dan jagung.
Kini beras masyarakat Nggorang yang diberi nama 'Beras Super Premium Labuan Bajo' itu sudah dipasarkan di berbagai supermarket dan hotel-hotel di Labuan Bajo.
"Sehingga hasil pertanian masyarakat Manggarai Barat dapat dinikmati oleh para pelaku pariwisata. Secara langsung masyarakat terlibat langsung dalam pengembangan pariwisata Labuan Bajo," ungkap Ketua Kadin Manggarai Barat Charles Angliwarman, Kamis 26 Oktober 2023.
Baca juga: Pemkab Manggarai Barat Wajibkan Warga Lunasi Pajak Sebelum Beli Pupuk Subsidi
Menurut dia, kehadiran beras super premium hasil panen petani di Manggarai Barat ini secara langsung mengurangi pasokan beras dari luar Labuan Bajo, sebagaimana yang selama ini terjadi.
Charles menjelaskan, sistem pengolahan beras menjadi kualitas super premium ini menggunakan sistem Rice Milling Plant atau RMP (mesin penggilingan). Mesin itu mampu memproses padi atau gabah menjadi beras putih berkualitas tinggi.
"Setelah itu kita menyiapkan packaging yang menarik untuk pasar pariwisata. Sejauh ini sudah 25 ton beras dari petani yang kami tingkatkan kualitasnya menjadi beras super premium," kata Charles.
Lebih lanjut Charles menjelaskan, dalam program Kadin Pertanian Hub, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Manggarai Barat, untuk membantu petani dalam pemasaran hasil pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Manggarai Barat.
"Dari evaluasi program ini memberikan dampak positif, tidak hanya pada sektor ekonomi tetapi juga pada aspek sosial dan budaya. Petani kini diberdayakan dengan pengetahuan baru untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian hingga mampu bersaing dengan produk luar daerah," katanya.
"Ini adalah cara kita memberdayakan masyarakat lokal dan menjadikannya bagian dari ekosistem pariwisata berkelanjutan," tambahnya.
Kepala Desa Nggorang Bonifasius Mansur mengaku senang dengan kehadiran program tersebut, pasalnya selama ini beras hasil produksi petani di Desa Nggorang sulit menembus pasar yang lebih luas, dan hanya dijual ke pasar-pasar tradisional.
Baca juga: Digitalisasi Perpustakaan Goris Keraf Lembata Bisa Baca Dari Mana Saja
"Harganya juga kurang bagus, hadirnya program ini saya kira sangat membantu, karena beras petani dipoles lagi sehingga kualitasnya lebih bagus, dan bisa dijual ke hotel-hotel di Labuan Bajo," ujar Mansur.
Mansur berharap program ini terus berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak petani di Nggorang dan wilayah lain di Manggarai Barat. Dia tidak ingin masyarakat Manggarai Barat hanya menjadi penonton di tengah kemajuan pariwisata Labuan Bajo. (uka)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Acara-tatap-muka-Kadin-Manggarai-Barat-dan-para-petani-di-Desa-Nggorang.jpg)