KKB Papua

Anies Baswedan Tak Komentari Masalah KKB Papua: Yang Terpenting Cari Jalan Keluar Wujudkan Keadilan

Anies Baswedan, Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, menolak mengomentari masalah KKB Papua yang hingga kini masih terus terjadi

|
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
TAK MAU BERKOMENTAR - Anies Baswedan, Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan tak mau mengomentari masalah KKB Papua yang hingga kini tak berkesudahan. Ia meminta agar carikan jalan keluar yang mewujudkan rasa keadilan bagi semua orang. Kalau ada rasa keadilan, maka kedamaian akan terwujud. 

POS-KUPANG.COM - Anies Baswedan, Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, menolak mengomentari masalah KKB Papua yang hingga kini masih terus terjadi. Prinsipnya, adalah semua kalangan menginginkan kedamaian, termasuk di Tanah Papua.

"Jadi, biarkan itu ditangani dulu, supaya kita tidak menambah kompleksitas penanganan masalah yang sekarang sedang terjadi." Hal ini disampaikan Anies Baswedan menjawabi pertanyaan awak media tentang molornya penanganan masalah di Papua, sehingga KKB Papua terus saja melancarkan aksi kriminalnya, dan korban jiwa pun selalu berjatuhan dari hari lepas hari.

Untuk diketahui, sampai saat ini Kelompok Kriminal Bersenjata itu tak henti-hentinya melancarkan aksi brutalnya di daerah itu. Jika tidak menyerang aparat keamanan bersenjata, maka Kelompok Separatis Teroris itu menyerang warga sipil. Yang diserang umumnya warga non Papua atau warga sipil yang datang dan mengais rezeki di daerah itu.

Salah satu kasus yang belakangan ini menyedot perhatian publik, adalah penyerangan terhadap warga sipil pendulang emas di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Bintang, dan mengakibatkan korban jiwa dan korban luka-luka. Di Kabupaten Yahukimo, misalnya, ada lima korban jiwa yang dihabisi oleh KKB Papua.

Sementara puluhan warga lainnya melarikan diri hingga akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz. Kasus terbaru lainnya, adalah penyerangan terhadap 22 orang buruh yang sedang mengerjakan bangunan Puskesmas di Kampung Eromaga, Kabupaten Puncak.

Dari kasus penyerangan tersebut, seorang buruh dinyatakan tewas terkena tembakan, sementara dua korban lainnya menderita luka-luka karena terkena tebasan parang dan terkena anak panah.

Dalam pernyataannya sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com dari Kompas TV, Anies Baswedan menyebutkan, bahwa dirinya tak mau mengomentari masalah KKB Papua, karena masalahnya masih terus terjadi di daerah bergolak itu. Ia juga tak ingin berkomentar, karena persoalan tersebut kini sedang ditangani oleh pemerintah. Biarkanlah penanganan itu terus berjalan dan dirinya tak mau memberikan komentar.

"Biar kasus itu ditangani dulu, biarkan penanganannya berjalan dulu. Kita tidak ingin memberikan komentar supaya jangan menambah kompleksitas penanganan yang kini sedang terjadi di lokasi (Papua)," ujar Anies Baswedan.

Akan tetapi, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, prinsipnya adalah ada kedamaian di Tanah Papua. "Kita ingin ada damai. Damai itu bukan ditandai dengan tiadanya konflik kekerasan," ujar Anies.

Damai itu, tandas Anies Baswedan, ditandai dengan semua orang merasa ada keadilan. Kalau ada keadilan maka di situ akan ada kedamaian yang sesungguhnya. Karena itu, lanjut Anies Baswedan, carilah jalan keluar yang menimbulkan ada kedamaian. Jikalau pola ini yang diterapkan, maka konflik yang terjadi selama ini tak akan ada lagi.

Disebut damai, kata Anies Baswedan, bukan karena tak ada tembak menembak, tak ada perseteruan atau tak ada konflik, tetapi damai itu ditandai dengan hadirnya rasa keadilan. "Jadi, itu yang kita tuju," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan Anies Baswedan menjawab saat ditanya terkait aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Menurutnya, untuk menghentikan aksi kriminal KKB di Papua perlu dicarikan solusi damai yang menghadirkan rasa keadilan. "Prinsipnya bahwa kita ingin ada damai dan damai itu bukan ditandai dengan tiadanya konflik kekerasan. Damai itu ditandai dengan semua merasa ada keadilan, di situ ada kedamaian. Jadi, carilah jalan keluar yang menimbulkan rasa keadilan," ujar Anies. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Baca Juga
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved