KKB Papua
Laskar Merah Putih Kutuk Pembunuhan 7 Penambang Emas Yahukimo Papua
“Kami mengimbau kepolisian Indonesia untuk menindak tegas pembunuh warga sipil tak berdosa ini."
POS-KUPANG.COM, JAYAPURA - Laskar Merah Putih mengutuk pembunuhan 7 penambang emas tradisional oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang beroperasi di distrik Yahukimo, provinsi Papua Pegunungan.
“Kami mengimbau kepolisian Indonesia untuk menindak tegas pembunuh warga sipil tak berdosa ini,” kata Ketua Laskar Merah Putih-Papua Jan Christian Arebo kepada ANTARA di sini, Jumat.
Mereka yang melakukan penyerangan terhadap penambang emas tradisional di Kecamatan Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada 16 Oktober 2023, harus segera ditangkap dan diadili, ujarnya.
Menurut Satgas Operasi Perdamaian Cartenz, penyerangan terhadap para penambang dilancarkan oleh anggota KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.
Petugas satgas mengevakuasi jenazah 7 penambang -- Udin, Maun, Ardi, Hendra, Anju, Appe, dan Siger. Mereka juga menyelamatkan 11 orang lainnya yang selamat dari serangan itu.
Para penambang yang selamat dari penyerangan tersebut diketahui bernama Amiman (33), Abdul Azis alias Nene Azis (53), Erwin (36), Abd. Rahmansyah (31), Abdul Samad (53), Renaldi (28), Hermudin (42), Bebwng (41), Markus Tumpia Mallo (35), Ahmad Saleh Ohe (21), dan Holden (48).
ANTARA sebelumnya memberitakan bahwa selama beberapa tahun terakhir, KKB Papua kerap menggunakan taktik tabrak lari terhadap aparat keamanan Indonesia dan melancarkan aksi teror terhadap warga sipil di Kabupaten Intan Jaya, Nduga, dan Puncak untuk menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat. rakyat.
Sasaran aksi teror tersebut antara lain pekerja bangunan, tukang ojek, guru, pelajar, pedagang kaki lima, hingga pesawat sipil.
Baca juga: Kapolda Papua Perintahkan Jajarannya: Cepat Kejar KKB Papua, Tangkap dan Proseshukumkan
Pada 2 Desember 2018, misalnya, sekelompok pemberontak bersenjata Papua secara brutal membunuh 31 pekerja PT Istaka Karya yang terlibat dalam proyek Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak di Kecamatan Yigi, Kabupaten Nduga.
Aksi kekerasan tersebut terus terjadi pada tahun 2021, 2022, dan 2023.
Tahun ini, sekelompok separatis Papua bersenjata menyerang sebuah pesawat sipil milik Susi Air pada 7 Februari. Mereka membakar pesawat tersebut di Lapangan Terbang Paro, Kabupaten Nduga, dan menangkap pilotnya, Kapten Philip Mark Marthens.
Pada 19 Oktober 2023, pemberontak Papua menyerang beberapa pekerja di proyek pusat kesehatan di kawasan Kepala Air, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dengan menggunakan senapan dan anak panah. Seorang pekerja tewas dan dua lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Sembilan belas pekerja selamat dari serangan yang terjadi sekitar jam 1 siang. waktu setempat, menurut Ketua Satgas Operasi Perdamaian Cartenz, SenatorFaizal Ramadhani.
(antaranews.com)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ketua-Laskar-Merah-Putih-Cabang-Papua-Jan-Christian-Arebo_01.jpg)