Berita Kabupaten Kupang
Menikmati Eksotisme Pantai Sulamanda yang Tawarkan Pemandangan Sunset nan Romantis
Terletak di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Pantai Sulamanda menawarkan pemandangan eksotis nan memanjakan mata
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pantai Sulamanda menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Terletak di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Pantai Sulamanda menawarkan pemandangan eksotis nan memanjakan mata bagi para pelancong.
Akses jalan menuju pantai yang dikenal dengan singkatan "Sudah Lama Aku Menanti Anda" ini cukup baik sehingga bisa dijangkau oleh para pelancong.
Baca juga: Ratusan Personel Polres Kupang Tanam Mangrove dan Lepas Anakan Penyu di Pantai Sulamanda
Para pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam sangat eksotis. Di pinggiran ruas jalan masuk dikelilingi sawah-sawah, pohong mangrove hingga rumput-rumput yang amat hijau.
Di sebelah barat pantai ini berdekatan dengan Pantai Manikin sementara bagian selatan berdekatan dengan Pantai Panmuti.
Tak hanya berjalan-jalan menikmati keindahan pantai yang tenang, berenang, dan berjemur, wisatawan dapat melihat aktivitas para nelayan di bagian selatan pantai. Tidak hanya itu, Pantai Sulamanda juga menawarkan pemandangan sunset yang romantis.
Di pinggiran pantai juga terdapat beberapa lopo, tempat untuk para pengunjung beristirahat. Salah satunya lopo Ayunda milik Jubliana Kalindiwawu.
Baca juga: Polres Kupang Pasang Pancang Pengaman Anakan Mangrove di Pantai Sulamanda
Lopo Ayunda dengan hiasan di dalam lopo yang dibuat dari kulit kerang yang sederhana namun sangat unik itu, disewakan dengan harga terjangkau kepada para pengunjung yang beristirahat.
"Biasa orang sewa hitung per jam itu Rp 30 ribu tapi kalo sewa satu hari dari pagi sampe malam itu Rp 300 ribu," ungkap Jubliana ketika ditemui POS-KUPANG.COM beberapa waktu lalu.
Di Pantai Sulamanda juga terdapat sebuah pohon gewang yang di tanam oleh warga setempat dan ditanam sebelum badai Seroja. Menurut warga, pohon tersebut ditanam atas permintaan Kepala Desa Mata Air, Beny Kanuk agar terlihat unik dan berbeda.
"Bapak kades yang minta digali lubangnya supaya tanam itu pohon supaya terlihat agak beda dan unik," ujar Jubliana Kalindiwawu.
Pohon itu berdiri sejak tahun 2021 sampai saat ini masih ada bahkan waktu badai Seroja, pohon itu tidak tumbang.
"Dari tahun 2021 sebelum Seroja sudah tanam itu pohon, tapi waktu Seroja yang angin kencang badai yang begitu keras tapi itu pohon tidak tumbang," tutup Ibu Jubliana. (*)
Laporan Maria Namah, Mahasiswa Magang UKAW
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pemandangan-di-Pantai-Sulamanda-Kabupaten-Kupang.jpg)