KKB Papua

Kapolda Papua Yakin Egianus Kogoya Tak akan Tembak Pilot Susi Air, Begini Katanya

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri sangat yakin kalau Eginanus Kogoya bersama komplotannya di KKB Papua, tak akan menembak pilot Susi Air.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
TAK AKAN TEMBAK – Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri merasa yakin kalau Egianus Kogoya bersama komplotannya tak akan mungkin menembak pilot Susi Air yang telah disandera selama ini. 

POS-KUPANG.COM – Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri sangat yakin kalau Egianus Kogoya bersama komplotannya di KKB Papua, tak akan menembak pilot Susi Air, Philips Mark Merthens yang disandera selama ini.

Optimisme Kapolda Papua tersebut diungkapkannya di hadapan awak media di Jayapura, Ibukota Provinsi Papua, sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com dari Kompas TV, Jumat 13 Oktober 2023.

Dalam pernyataannya, orang nomor satu di jajaran kepolisian daerah Provinsi Papua itu, menyebutkan bahwa sudah cukup lama pilot berkebangsaan Australia tersebut hidup bersama Kelompok Kriminal Bersenjata di hutan belantara Papua.

Delapan bulan merupakan waktu yang cukup lama bagi pilot Susi Air dan Egianus Kogoya untuk saling berkomunikasi. Bahkan dalam tenggat waktu tersebut, hubungan kedekatan tentu akan semakin kuat di antara KKB Papua dengan pilot tersebut.

Oleh karena itu, lanjut Kapolda Papua, ia sangat yakin kalau Egianus Kogoya bersama komplotannya, tak akan mungkin menembak mati pria berkewarganegaraan Selandia Baru tersebut.

“Saya yakin KKB Papua tak akan menembak pilot Susi Air yang disandera selama ini. Saya yakin Egianus Kogoya punya hati yang baik sebagai orang Papua, sebagai anak negeri yang senantiasa menghormati kemanusiaan.”

“Dengan demikian saya sungguh yakni, kalau KKB Papua selalu menjaga dengan baik tawanan yang disandera selama ini. Saya yakin Egianus Kogoya dan komplotannya mencintai kedamaian, sehingga yang kita khawatirkan itu (ditembak mati) tak akan terjadi,” ujar Mathius D Fakhiri.

Selain itu, katanya, pihaknya juga optimis kalau negosiasi pembebasan pilot Susi Air juga akan berjalan dengan baik. Bahkan tak akan ada rintangan yang mengganggu jalannya komunikasi yang telah dijalin selama ini.

Sebagai anak Papua, kata Kapolda Fakhiri, Egianus Kogoya bersama anak buahnya tentu selalu menghargai kedamaian. Bahkan sangat menghormati hak-hak asasi manusia sebagaimana yang digaungkan selama ini.

Selama ini, katanya, semua pihak sudah menunaikan tugas dengan baik dalam rangka membebaskan pilot yang ditawan tersebut. Pemuka masyarakat, tokoh agama, keluarga dan lainnya, juga sudah bekerja optimal untuk meminta Egianus Kogoya membebaskan pilot yang disandera.

Semua upaya tersebut, katanya, tentu akan membawa hasil. Dan pihaknya optimis, Egianus Kogoya akan melepaskan pilot tersebut agar bisa kembali kumpul bersama keluarga, bisa kembali dalam kehidupan sebelumnya.

Sampai sekarang, katanya, negosiasi dengan KKB Papua terus dilakukan. Ia juga senang karena selama kurun waktu berjalan, tak ada hal apa pun yang merintangi negosiasi dengan kelompok penyandera pilot tersebut.

Ini menandakan bahwa semua orang termasuk Egianus Kogoya bersama komplotannya, senang akan kedamaian, senang pula akan keharmonisan hidup dalam masyarakat.

“Saya yakin Egi (Egianus Kogoya) punya hati yang baik, punya rasa hormat terhadap kemanusiaan, sehingga tak akan mungkin menembak atau membunuh pilot Susi Air,” ujar Kapolda Papua.

Pihaknya juga yakin kalau ke depan negosiasi itu akan membuahkan hasil yang baik. Dan, pilot Susi Air, Philips Mark Merthens itu akan dibebaskan tanpa syarat, dibebaskan tanpa adanya tuntutan sebagaimana yang didesas-desuskan selama ini.

“Saya sangat yakin itu, bahwa dari hati yang bening Egi (Egianus Kogoya) pasti akan membebaskan pilot itu sehingga dia (pilot) bisa kembali berkumpul bersama keluarga. Saya sangat yakin ini akan terjadi pada hari-hari ke depan ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, Egianus Kogoya menyandera pilot Susi Air, Philips Mark Merthens sejak 7 Februari 2023. Artinya, sudah lebih dari delapan bulan pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu ditawan dan hidup di hutan belantara.

Bahwa sampai sekarang memang belum diketahui di mana sesungguhnya pilot dan Egianus Kogoya berada. Tapi sejumlah informasi menyebutkan, bahwa pilot itu masih hidup dan dalam kondisi sehat.

Pilot itu juga dijaga dengan baik oleh Egianus Kogoya dan komplotannya. Bahkan seluruh kebutuhannya terpenuhi, kendati mungkin tidak seperti yang diharapkan.

Baca juga: Anggota KKB Papua Diancam Hukuman Mati, Kasusnya Penyerangan Posramil Maybrat Tahun 2021

Baca juga: Ibunda Michelle Curiga Ada Skenario Pembunuhan Putrinya, Benarkah KKB Papua Jadi Sutradara?

Karena yang paling penting saat ini, adalah pilot berdarah Australia tersebut masih hidup, sehat dan tidak dalam kondisi tersiksa atau tertekan gegara tindakan kejam kelompok separatis teroris pimpinan Egianus Kogoya yang juga panglima TPNPB-OPM Kodap III Ndugama tersebut.

Kapolda Papua juga berharap agar Egianus Kogoya jangan terlalu lama menyandera pilot tersebut. Egianus harus segera membebaskannya supaya Philips Mark Merthens bisa kembali bersama keluarga dan menikmati hidup seperti yang dulu. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved