Rabu, 15 April 2026

Berita Manggarai Barat

Warga Manggarai Barat Sulit Dapat Beras, Bulog Klaim Stok Aman

Sumardi Kepala Desa Siru mengaku, kondisi demikian sudah terjadi dalam dua minggu terakhir. Dia menyebut stok beras di dua lokasi penggilingan kosong.

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-SUMARDI
Kondisi persawahan Lembor yang mengering, warga di sana kesulitan mendapatkan beras. Jumat 6 Oktober 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Warga di Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini kesulitan mendapat beras, sekalipun Lembor merupakan lumbung beras di Manggarai Barat juga NTT.

Sumardi Kepala Desa Siru mengaku, kondisi demikian sudah terjadi dalam dua minggu terakhir. Dia menyebut stok beras di dua lokasi penggilingan yang ada di Desa Siru kosong. Alhasil warga dari kawasan penghasil beras itu harus mencari beras di luar Lembor.

Menurut Sumardi kondisi itu dipicu kekeringan ditambah lagi irigasi persawahan Lembor sedang dilakukan perbaikan, akibatnya ribuan hektar persawahan yang airnya bersumber dari irigasi itu tidak bisa digarap. Dia bahkan memprediksi bisa terjadi krisis pangan di wilayah itu.

Baca juga: Komunitas Nusantara Muda Gandeng Dinas Pendidikan Manggarai Barat Gelar Lomba Essay Tingkat Nasional

"Air irigasi baru dilepas tanggal 15 Oktober, itu juga tidak di semua wilayah Lembor, artinya petani baru bisa tanam di bulan November atau Desember. Kalau Desember baru tanam panennya di Bulan Maret (2024), artinya selama kurun 5 sampai 6 bulan bisa diprediksi akan terjadi krisis pangan," ujarnya, Jumat 6 Oktober 2023.

Petani yang terdampak tidak hanya di Desa Siru tetapi seluruh Kecamatan Lembor, hingga Kecamatan Lembor Selatan.

Selain menanam padi masyarakat Desa Siru juga tanam jambu mente. Namun akibat kemarau berkepanjangan hasil panen menurun berdampak pada penghasilan. Masyarakat dilematis, karena di sisi lain harga kebutuhan pokok melejit dan langka di pasaran, sementara ekonomi makin pelik.

Baca juga: Wabup Manggarai Barat Geram, Tiga Kasus Kematian Ibu Terjadi di RS dalam Sebulan

Bulog Klaim Stok Aman

Bulog cabang Labuan Bajo mengklaim stok beras di wilayah Manggarai Barat aman untuk kurun waktu tiga bulan kedepan. Kepala Bulog Cabang Labuan Bajo, Pier Solissa menyebut stok beras di gudang Bulog Labuan Bajo ada 700 ton, per hari ini.

700 ton beras tersebut didatangkan dari Provinsi NTB dan Jawa Timur, termasuk beras impor asal Vietnam yang diimpor pemerintah pusat. Beras-beras itu disebutnya akan dialokasikan untuk bantuan pangan periode Oktober dan November.

"Ada terbagi 340 ton untuk bantuan pangan alokasi dua bulan, kita lagi ada tambahan 100 ton untuk wilayah Lembor, dan 500 ton untuk Batu Cermin, saat ini dalam proses nanti masuknya bertahap," kata Pier.

Baca juga: Sebelum Hilang di Pantai Long Pink Beach Manggarai Barat, Turis Terekam Kamera Ada di Bibir Pantai

Dalam waktu dekat, Bulog Labuan Bajo akan meminta penambahan stok sebanyak 500 ton beras dari Jawa Timur. Jumlah itu disebut Pier mampu memenuhi kebutuhan stok beras saat Nataru hingga Maret 2024. Dia menepis stok beras di Labuan Bajo-Manggarai Barat disebut langka.

"Stok kita terhitung secara nasional dimana gudang sudah menipis, mau saya minta atau tidak pasti di isi, tetapi bertahap," tegasnya.

Diakuinya harga beras di Labuan Bajo melejit akhir-akhir ini. Di pasaran beras di jual dengan harga Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kg. Sementara harga eceran tertinggi (HET) untuk keseluruhan NTT ada di angka Rp11.500 per kg.

Bulog Labuan Bajo bersama Disperindag Manggarai Barat pun gencar melakukan pasar murah untuk menekan inflasi. Pasar murah akan terus dilakukan sampai harga beras di pasaran kembali normal. (uka)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved