Berita Nasional

Proyek Swasta Pertama Dimulai di IKN

Agung Sedayu Group, Kamis 21 September 2023, memulai pembangunan sektor swasta pertama di ibu kota baru Indonesia, Nusantara, di Kalimanatan Timur

Editor: Agustinus Sape
Presiden Republik Indonesia
Presiden Joko Widodo dan Isran Noor, gubernur provinsi Kalimantan Timur, melakukan survei situs Nusantara pada tahun 2019. 

POS-KUPANG.COM - Sebuah konsorsium perusahaan-perusahaan Indonesia yang dipimpin oleh grup properti dan konstruksi Agung Sedayu Group, Kamis 21 September 2023, memulai pembangunan sektor swasta pertama di ibu kota baru Indonesia, Nusantara, di Kalimanatan Timur, Pulau Kalimantan, Jakarta Post melaporkan.

Proyek senilai $1,3 miliar ini akan mencakup hotel, pusat perbelanjaan, dan menara perkantoran.

Lokasinya berada di kawasan yang sekarang merupakan perkebunan kayu putih dan akasia yang luas, namun pada akhirnya akan menjadi tempat premium di dekat istana presiden.

Berbicara pada upacara peletakan batu pertama, Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan investor domestik harus memimpin dalam menciptakan kota ini.

“Jika nama-nama besar ini ada di sini, maka mereka akan menjadi lokomotif bagi yang lain untuk mengikutinya,” ujarnya.

Baca juga: Presiden Belum Pindah ke Ibu Kota Negara yang Baru, Zaskia Gotik Punya Rumah Super Mewah di IKN

Bambang Susantono, Kepala Badan Ibu Kota Nasional Nusantara, mengatakan kepada wartawan bahwa pembangunan tersebut akan mencakup kebun raya, taman, dan ruang terbuka untuk menjadikan “kota yang menyenangkan”.

Ketua Agung Sedayu, Sugianto Kusuma, mengatakan kepada surat kabar Nikkei Asia: “Pemerintah telah memutuskan bahwa pembangunan akan selesai pada tahun depan. Kami sedang mempertimbangkan untuk membangun fasilitas pendukung seperti perumahan dan supermarket.”

Bergabung dengan Agung Sedayu dalam konsorsium adalah konglomerat Indonesia Salim Group, Sinar Mas, dan Pulauintan.

Investasi swasta tidak terwujud

Pemerintahan Widodo ingin nusantara memiliki populasi 2 juta jiwa pada tahun 2045.

Namun sejauh ini, gelombang investasi swasta yang diharapkan belum terwujud.

Nikkei Asia mencatat bahwa pengerjaan kota tersebut telah dilakukan oleh perusahaan milik negara yang membangun infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan dan bendungan, serta istana presiden baru dan beberapa kantor pemerintah. Sekitar 45 persen kawasan pusat pemerintahan di pusat kota telah selesai dibangun.

Awal tahun ini, Jakarta mengumumkan paket insentif untuk menarik investor, termasuk konsesi penggunaan lahan hingga 190 tahun.

Pemerintah berencana menyelesaikan tahap pertama program senilai $30 miliar ini pada tahun depan, dan berencana mengadakan upacara Hari Kemerdekaan berikutnya pada tanggal 17 Agustus di istana presiden yang baru selesai dibangun.

Jokowi inspeksi IKN

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved