Rabu, 29 April 2026

Berita Kota Kupang

ICRAF dan Politani Negeri Kupang Kerja Sama Lakukan MBKM Mandiri

Endri mengatakan, untuk program kerja ICRAF tersebut, terdapat tiga provinsi yang bekerja sama yaitu NTT, Sumatera Selatan dan Palembang.

POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
PEMBEKALAN- Tim ICRAF memberikan materi pembekalan kepada 12 orang mahasiawa yang akan mengikuti program MBKM di Gedung Student Center Politani Kupang, Selasa 5 September 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang  bersama The International Centre For Research In Agroforestry atau yang disebut ICRAF melakukan kerja sama untuk kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mandiri.

Dalam kerja sama ini, ICRAF juga memberikan pembekalan materi kepada 12 orang mahasiswa/i yang akan mengikuti MBKM mandiri di Gedung Student Center Politani Kupang, Selasa 5 September 2023.

Perwakilan ICRAF, Endri Martini selaku Peneliti Penyuluhan agroforestry ICRAF menyampaikan, alasan ICRAF memilih Politani Kupang untuk bekerja sama, karena melihat output Politani Kupang yang memiliki potensi yang cukup besar.

"Banyak juga staf kami lulusan dari Politani Kupang. Kami melihat ada potensi yang lebih besar untuk ditingkatkan lagi kapasitasnya untuk ke depan," kata Endri.

Baca juga: Wujudkan Peningkatan Mutu Pendidikan, Direktur Politani Kupang Teken MoU dengan SMKN 1 Wae Rii

Selain itu, kata Endri, ICRAF pertama kali datang ke Politani untuk memulai kerja sama. Dimana, program yang akan dikerjakan berkaitan dengan pertanian yang cerdas iklim.

"Kegiatannya ini lebih tepat tujuannya pada teknis. Dimana, kegiatannya yaitu pendampingan kepada masyarakat dan melakukan pelatihan-pelatihan kepada petani. Sehingga, Politani ini strategis untuk dipilih," ungkapnya.

Endri berharap, kerja sama antara ICRAF dan Politani Kupang ke depannya akan terus terjaga.

"Semoga dengan ICRAF memberikan bekal ilmu, mahasiswa memiliki motivasi untuk meningkatkan kapasitasnya agar ke depan bisa mendapatkan karir yang lebih baik," harapnya.

Endri mengatakan, untuk program kerja ICRAF tersebut, terdapat tiga provinsi yang bekerja sama yaitu NTT, Sumatera Selatan dan Palembang.

Baca juga: 4 Dosen di Politani Kupang Tawar Sistem Pertanian Terpadu Agrosilvopastura untuk Ketahanan Pangan 

Dia menambahkan, walaupun program ini akan berjalan selama lima tahun, akan tetapi ke depannya akan ada program-program lainnya yang akan dikomunikasikan.

"Mungkin saat ini Politani Kupang masih bergerak di bidang pertanian, siapa tahu ke depannya bergerak di bidang lainnya juga," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Politani Kupang melalui Wakil Direktur l, Max AJ Supit, S.Pt., GDipSc., MFoodTech mengatakan ICRAF mengajak kampus Politani Kupang untuk melibatkan mahasiswa sebagai tenaga pendamping dalam program land for life oleh ICRAF atau Hutan untuk hidup.

"Setelah mendapatkan ajakan dari ICRAF, kita juga langsung merasa tertarik. Kebetulan dari Pusat, Kemendikbud ada program MBKM. Yang mana, MBKM ini bisa dilakukan dari pusat terkait program-programnya dan kita bisa melakukan secara mandiri," ungkap Max.

Baca juga: PKKMB Mahasiswa Baru, Direktur Politani Negeri Kupang Pesan Jangan Jadi Mahasiswa Pasif 

"Sehingga, dalam memanfaatkan MBKM ini, kami kampus Politani Kupang bekerja sama dengan ICRAF," tambahnya.

Max mengatakan, untuk Semester pertama, terdapat 12 mahasiswa yang ikut dalam program tersebut. Dan, untuk semester berikutnya juga 12 orang.

Max menambahkan dalam melakukan MBKM mandiri, biasanya mahasiswa harus tanggung sendiri. Sementara mahasiswa di Politani Kupang banyak  yang berasal dari orang tua yang petani dengan pendapatan yang rendah. Hal itu pun membuat kesulitan.

Namun, lanjut dia, dengan adanya program dari ICRAF, Kampus Politani pun akan merasa terbantu.

"Nantinya ICRAF yang akan menanggung biaya transportasi, akomodasi dan diberikan uang saku kepada mahasiswa. Sehingga mahasiswa tertolong dan kami rasa ini bagus untuk mahasiswa," ujarnya.

Baca juga: Dosen dan Mahasiswa Politani Kupang Latih Warga Naioni Olah Potensi Lokal Jadi Produk Ekonomis

Max mengatakan, mahasiswa yang mengikuti program tersebut merupakan mahasiswa/i semester 7. Dimana, mereka akan di tempatkan di 12 Desa di Kabupaten TTS, NTT.

Selain bekerja sama dengan ICRAF, kata Max, Politani Kupang juga MoU dengan BKKBN. Dimana, Pihak BKKBN akan memberikan pembekalan pada mahasiswa politani sebelum turun ke lapangan terkait materi stunting.

"Sehingga dengan hal itu, mereka bisa berkontribusi mengajar masyarakat sekitar terkait tanaman holtikultura, tanaman umur panjang yang tentunya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Max berharap, program kerja sama itu akan terus berlanjut. Sehingga bisa diikuti oleh banyak mahasiswa.

"Semoga para mahasiswa yang mengikuti program ini akan betul-betul mengikuti dengan serius. Sehingga apa yang didapatkan akan menghasilkan hal yang baik," harapnya. (cr20)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved