Berita Kota Kupang
SMAS Seminari Santo Rafael Oepoi Kupang Gelar Seminar Pemilu 2024
Yosafat Koli mengatakan, Pemilu 2024 memiliki banyak tahapan dan hampir beririsan tahapan yang satu dengan tahapan lainnya.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sekolah Menengan Atas Swasta atau yang disebut SMAS Seminari Santo Rafael Oepoi Kupang menggelar seminar Pemilu 2024 dengan mengusung tema "Optimalisasi Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Pemilu Damai 2024 Tanpa Hoax" di Aula Seminari Santo Rafael Oepoi Kupang, Senin 14 Agustus 2023.
Seminari ini menghadirkan narasumber Drs. Yosafat Koli, M.Si selaku Komisioner KPU NTT yang membawakan tiga materi pokok yaitu Optimalisasi peran generasi muda, penyelenggaraan pemilu tanpa hoax dan Pemilu 2024 yang baik.
Yosafat Koli mengatakan, Pemilu 2024 memiliki banyak tahapan dan hampir beririsan tahapan yang satu dengan tahapan lainnya.
Baca juga: Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh Sebut Kelurahan Liliba Miniatur Indonesia
"Contohnya itu, dari pendaftaran pemilih sambil juga kita menyiapkan pencalonan. Dimana, pencalonan ini juga beririsan satu dengan yang lain. Sosialisasi ini tujuannya menyampaikan kepada publik bahwa kita sudah sampai di mana dan apa yang masih dilakukan oleh partai politik, pemilih dan masyarakat umum lainnya untuk berpartisipasi," ungkap Yosafat Koli.
Menurut Yosafat, Kegiatan seminar Pemilu 2024 itu sangat penting dalam hal mendukung untuk menyampaikan informasi kepada publik sekaligus untuk mengajak pemilih yang apatis.
"Banyak yang berpikir dan mengatakan untuk apa memilih atau lainnya. Sehingga tugas kita yaitu memastikan masyarakat agar paham tentang pemilu. Supaya mereka ikut berpartisipasi dan bisa tahu apa yang hendak dilakukan ketika hendak memilih," tuturnya.
Baca juga: Panitia Lomba Mewarnai BNS Kenakan Seragam SD dan Kostum Pahlawan di Kota Kupang
Lebih lanjut, Berbicara mengenai sosialisasi Pemilu 2024, Yosafat Koli juga membahas terkait pemilih kelompok disabilitas.
"Terdapat 46 ribu pemilih di NTT adalah kelompok disabilitas. Maka mereka ini adalah kelompok yang harus diberikan perhatian khusus terkait hak-hak mereka yang tersamarkan. Sehingga mereka juga harus disejajarkan dengan yang lainnya," katanya.
Adapun hal-hal yang dilakukan untuk mengakses kelompok disabilitas, lanjut Yosafat, yaitu untuk tahu apakah kelompok itu sudah terdaftar sebagai pemilih dan secara teknis juga mengakses hak mereka di TPS.
"Pendampingnya juga perlu dilatih terkait hal-hal yang perlu dilakukan dan tidak dilakukan," pungkasnya.
Baca juga: Panitia Lomba Mewarnai BNS Kenakan Seragam SD dan Kostum Pahlawan di Kota Kupang
Sementara itu Kepala Sekolah SMAS Seminari St. Rafael Oepoi Kupang melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Alexandra Taum mengatakan kegiatan seminari tarkait Pemilu 2024 sangat penting untuk dilakukan.
"Sangat penting bagi kami untuk melakukan seminar pemilu ini karena para seminaris ini merupakan pemilih pemula dan tentu sebagai pemilih pemula, mereka dapat mengetahui apa yang harus mereka lakukan," katanya.
Alexandra mengatakan kegiatan seminari itu dapat memberikan gambaran tentang optimalisasi peran generasi muda dalam pemilu 2024. Dimana, para seminaris merupakan generasi milenial dan belum cakap dengan Pemilu. Padahal, para seminaris yang akan terlibat dalam pemilu dan menjadi pemilih pemula berjumlah 26 orang.
Baca juga: Pemuda KASI Oebobo Kota Kupang Gelar Acara Jelang HUT RI Secara Swadaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Komisioner-KPU-NTT-Yosafat-Koli-Kepala-Dinas-Pendidikan-dan-Kebudayaan-NTT.jpg)