Kuliner NTT
Kuliner NTT, Arak Wangi untuk Kebersamaan Jurnalis
Kuliner NTT, Secangkir Arak Wangi Klas 1, Disuguhkan Jurnalis Bro Edy Olin Kepada Rekan Wartawan
Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM - Sahabat kuliner ntt yang berbahagia, sebuah kebehagian tak bisa diukur dengan uang atau materi.
Nuansa kebahagian dan kebersamaan itu mahal dan indah dan perlu dinikmati bersama.
Merajut sebuah kebersamaan ditengah kesibukan memang cukup sulit, ato gampang-gampang susah.
Sahabat kuliner ntt, minuman arak dan moke sering disuguhkan tuan rumah pemilik pesta saat merayakan acara syukuran.
Kata orang, selesai makan minum dilanjutkan dengan acara bebas alias joget ria (patah pinggang).
Dan biasanya untuk merayakan acara patah pinggang, tuan rumah menyiapkan minuman kebersamaan berupa moke atau arak.
Minuman tradisional ini kemarin malam disiapkan pemilik pesta syukuran komuni pertama, putra Edy Olin, wartawan senior Kompas TV yang bertugas di Kupang.
Para jurnalis hadir merayakan malam sukacita dua putra kembar Edy Olin, yakni Ignasius Journalisto Olin dan Adrianus Journalisto Olin.
Keduanya menerima komuni pertama di Gereja St Yoseph Naikoten Kupang, Minggu 13 Agustus 2023.
Setelah itu, digelar acara syukuran di Jalan Bumi II Gang 3, Kelurahan Liliba, Kota Kupang.
Teman-teman wartawan hadir merayakan malam sukacita, ikut bergoyang ria.
Edy Olin menyiapkan arak terbaik untuk menjamu rekan-rekan wartawan.
Sejumlah rekan wartawan hadir, di antaranya Alfons Nedabang, Metil Dhiu, Imanuel Lodja, Hermina Pello, Thomas Duran dan Stanis Akoit.
Pegiat sosial dan mantan wartawan Pos Kupang Ana Djukana, jurnalis senior Ferry Ndoen dan Retnowati.
Malam kebersamaan pada syukuran komuni pertama tersebut sangat luar biasa.
Pasalnya, ditengah kesibukan rekan wartawan ikut merayakan kebersamaan dan joget bersama minum segelas arak/moke kelas satu (1) atau moke/arak hasil sulingan terbaik.
Moke atau arak merupakan minuman tradisional sering dikeluarhan tuan rumah saat acara syukuran untuk disuguhkan kepadapara tamu undangan.
Hal ini menghargai sebuah kebersamaan, persaudaraan dan rasa kekeluargaan. Para jurnalis malam itu sepertinya melupakan sejenak kepenatan bekerja. (ferry ndoen)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS


Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.