Minggu, 10 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 9 Agustus 2023, Kesabaran Mendatangkan Berkat

Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Kesabaran Mendatangkan Berkat.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Rabu 9 Agustus 2023 dengan judul Kesabaran Mendatangkan Berkat. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Kesabaran Mendatangkan Berkat.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Kitab Bilangan 13: 1-2a.25-14: 1.26-29.34-35, dan bacaan Injil Matius 15: 21-28.

Di bagian akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Rabu 9 Agustus 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak marah apabila dirinya dihina oleh orang lain.

Entah hinaan itu disampaikan secara langsung maupun tidak langsung siapa pun pasti tidak terima dan akan menjadi marah.

Mengapa orang menjadi marah ketika dirinya dihina oleh orang lain?

Karena ketika dihina, orang merasa harga dirinya sebagai manusia yang bermartabat, direndahkan bahkan tidak dihargai.

Orang yang dihina menjadi marah karena dia merasa dirinya tidak diterima dan dia merasa diperlakukan secara tidak manusiawi.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 8 Agustus 2023,  Yang Keluar dari Mulut Itulah yang Menajiskan

Namun, seorang perempuan Kanaan dalam injil hari ini merupakan orang istimewa.

Dia menjadi perempuan istimewa karena dia tidak marah walaupun dihina, seperti tersirat dalam teks injil hari ini, ”Tidak patut mengambil roti dan melemparkannya kepada anjing” (Matius 15: 26).

Orang Kanaan di mata orang Israel, dianggap sebagai suku yang tidak beriman, tidak mengenal Allah.

Perempuan tersebut meminta pertolongan pada Tuhan Yesus agar putrinya yang sakit disembuhkan.

Namun bahasa Tuhan Yesus terkesan kasar sekali.

Perempuan itu dianggap tidak pantas mendapat berkat karena dia tidak beriman.

Dia sungguh menyadari hal itu. Tetapi dia masih memiliki harapan dan percaya bahwa Allah pasti memberi berkat dan mengabulkan permintaannya apabila dia percaya.

Karena keyakinan itu. maka dia sabar meskipun dirinya malu karena dianggap seperti anjing.

Namun dia percaya bahwa di balik hinaan dan pandangan rendah terhadap dirinya, pasti ada berkat.

Sebab Tuhan Allah mencintai semua orang yang berharap dan percaya kepadaNya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 8 Agustus 2023, Benarkah Tuhan Bersabda Hanya kepada Musa Saja?

Tuhan Allah memiliki hati yang peduli dan cinta yang mendalam kepada ciptaanNya meskipun manusia sebagai ciptaan belum sepenuhnya
menyembah Dia.

Ternyata benar! Kesabaran mendatangkan berkat. Walaupun dirinya merasa direndahkan, dihina, tetapi anaknya disembuhkan Tuhan.

Kesabarannya mendatangkan berkat kesembuhan bagi anaknya.

Melalui peristiwa ini, kita belajar bahwa kadang-kadang Tuhan terkesan sengaja merendahkan atau bahkan membuat kita merasa terhina, tetapi ada tujuan yang mulia yakni untuk mengetahui sejauh mana kita sabar dan benar-benar beriman dalam meminta sesuatu kepadaNya.

Kontemplasi

Perempuan Kanaan itu melewati cobaan dengan baik. Walau dihina sebagai anjing, dia tetap bertahan dalam iman. Dia yakin bahwa Yesus adalah Tuhan, Anak Daud.

Sapaan itu adalah sapaan penantian Bangsa Israel akan Mesias.

Perempuan itu yakin bahwa Yesus itulah Mesias keturunan Daud.

Atas imannya itu, anaknya menjadi sembuh.

Iman kita masih jauh dari model yang ditunjukkan oleh perempuan Kanaan itu.

Kita cepat sekali menyerah bila godaan atau tantangan datang menimpa diri kita.

Mari kita mencontohi sikap Iman perempuan Kanaan itu untuk bertahan dalam cobaan.

Berkat Tuhan akan menanti kita di balik sebuah cobaan atau tantangan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 8 Agustus 2023, Jaga Mulut dan Jaga Hati

Pertanyaan refleksi: Pernahkah aku berpikir bahwa ketika dihina orang lain, sebetulnya Tuhan sendirilah yang ingin menguji iman dan kesabaranku?

Apakah aku sepakat bahwa di balik hinaan orang kepada kita, sesungguhnya ada berkat untuk diriku dan keluargaku?

Doa

Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah imanku agar tetap bertahan dalam setiap godaan dan tantangan hidup. Aku mau tetap berpegang pada tuntunanMu.

Terpujilah namaMu kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Teks Lengkap Bacaan 9 Agustus 2023

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Rabu 9 Agustus 2023.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Rabu 9 Agustus 2023. (Tokopedia)

Bacaan Pertama Bilangan 13:1-2a.25-14:1.26-29.34-35

"Israel mengolah tanah yang diidamkan"

Bacaan dari Kitab Bilangan:

Ketika bangsa Israel dalam perjalanannya sampai di gurun Paran, bersabdalah Tuhan kepada Musa, “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel.

Dari setiap suku hendaknya kauutus seorang dari antara pemimpin mereka.” Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah para pengintai itu, setelah menjelajahi seluruh negeri itu.

Mereka langsung menghadap Musa dan Harun serta segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka melapor kepada keduanya dan kepada segenap umat dan memperlihatkan hasil negeri itu.

Mereka berceritera, “Kami sudah masuk ke negeri Kanaan yang harus kami selidiki itu. Memang benar negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya saja bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu serta sangat besar.

Juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Orang Amalek diam di tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, sedangkan orang Kanaan diam di sepanjang laut dan sepanjang Sungai Yordan.”

Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa. Ia berkata, “Biar! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab pasti kita akan mengalahkannya.”

Tetapi para pengintai lainnya membantah, “Tidak! Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat daripada kita.”

Mereka juga menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka itu, katanya, “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai itu memakan penduduknya dan semua orang yang kami lihat di sana tinggi perawakannya.

Kami lihat juga di sana raksasa-raksasa, orang Enak, keturunan para raksasa, sehingga kami sendiri merasa seperti belalang saja di hadapan mereka, dan mereka pun menganggap kami demikian.”

Lalu segenap umat itu berteriak-teriak dan menangis semalam-malaman. Maka bersabdalah Tuhan kepada Musa dan Harun, “Masih berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut terhadap-Ku? Segala gerutu orang Israel telah Kudengar.

Katakanlah kepada mereka, ‘Demi Aku yang hidup’, demikianlah sabda Tuhan, ‘Aku akan memperlakukan kalian sesuai dengan dengan kata-katamu sendiri.

Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berserakan, yakni semua orang di antaramu yang sudah terdaftar, semua tanpa kecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kalian telah bersungut-sungut terhadap-Ku.

Sungguh, kalian tidak akan masuk ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan akan Kuberikan kepadamu, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun! Kalian telah mengintai negeri itu selama empat puluh hari.

Sesuai dengan jumlah itu, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kalian harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kalian tahu bagaimana rasanya, jika Aku berbalik dari padamu.

Aku, Tuhan, yang berkata demikian. Sesungguhnya, Aku akan melakukan semuanya itu terhadap segenap umat yang jahat ini yang telah bersepakat melawan Daku. Di padang gurun ini mereka akan habis, dan di sinilah mereka akan mati.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 106:6-7a.13-14.21-22.23

Refr. Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat.

Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, kami telah berbuat fasik. Nenek moyang kami di Mesir tidak memahami perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.

Tetapi segera mereka melupakan karya-karya-Nya, dan tidak peduli akan nasihat-Nya; Mereka dirangsang nafsu di padang gurun, dan mencobai Allah di padang belantara.

Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal besar di tanah Mesir; yang melakukan karya-karya ajaib di tanah Ham, dan perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.

Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

Bait Pengantar Injil Lukas 7:16b

Refr. Alleluya.

Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya. Alleluya.

Bacaan Injil Matius 15:21-28

"Hai ibu, sungguh besar imanmu!"

Inilah Injil suci menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang wanita Kanaan dari daerah itu dan berseru, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud. Anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”

Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab. Lalu para murid Yesus datang dan meminta kepada-Nya, “Suruhlah wanita itu pergi, sebab ia mengikuti kita sambil berteriak-teriak.”

Jawab Yesus, “Aku diutus hanya kepada domba-domba umat Israel yang hilang.” Tetapi wanita itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku!” Yesus menjawab, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Kata wanita itu lagi, “Benar Tuhan, tetapi anjing-anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Bersabdalah Yesus kepadanya, “Hai Ibu, sungguh besar imanmu! Terjadilah bagimu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved