Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Sikka

Kesulitan Akses Jaringan Internet, Guru di SMPN Henga Sikka Gagal Daftar Tes Calon Guru Penggerak

Silvina Sinta menuturkan, pada tanggal 17 Juni - tanggal 4 Juli ada kesempatan untk mendaftar mengikuti seleksi calon guru penggerak akan tetapi gagal

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ARNOLD WELIANTO
Kepala SMPN Henga Kabupaten Sikka, Silvina Sinta menuturkan dirinya gagal mendaftar mengikuti seleksi calon guru penggerak. Ia gagal mendaftar lantaran minimnya akses internet 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Minimnya akes internet, membuat guru di sekolah menengah pertama atau SMPN Henga di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT gagal mendaftar mengikuti seleksi calon guru penggerak. Salah satunya dialami Kepala SMPN Henga, Silvina Sinta.

Silvina Sinta menuturkan, pada tanggal 17 Juni - tanggal 4 Juli ada kesempatan untk mendaftar mengikuti seleksi calon guru penggerak akan tetapi ia gagal karena terkendala jaringan internet di sekolah mereka.

 "Waktu itu ada kesempatan untuk daftar mengikuti seleksi calon guru penggerak tetapi saya gagal tidak ikut karena terkendala jaringan internet," ujarnya Selasa 8 Agustus 2023.

Baca juga: Sambut HUT RI ke-78, Pagar Rumah Warga di Lewomda Sikka Dicat Merah Putih

Ia pun kecewa karena gagal mengikuti seleksi tersebut dan terpaksa harus menunda mengikuti seleksi tersebut tahun depan.

 "Jujur sampai saat ini saya kecewa karena tidak ada jaringan saya terpaksa tunda lagi tahun depan," katanya.

Dikatakannya, Selesai calon guru penggerak bagi guru memang menjadi pekerjaan dilema bagi para guru pasalnya salah satu syarat bagi colon guru penggerak tidak boleh meninggalkan tugas sebagai seorang guru.

Baca juga: Siswa Cari Jaringan Internet di Bukit, Begini Kata Anggota DPRD Sikka

"Untuk mengikuti seleksi calon guru penggerak ini salah satu syaratnya tidak boleh tinggalkan tugas sehingga saya dilema apalagi do sekolah tidak ada jaringan internet," ujarnya

Lanjut Silvina, kadang ia mencari jaringan internet di Kota Maumere dan harus menginap di rumah kerabat namun usahanya pun sia-sia. Ia gagal dan akan mengikuti seleksi calon guru penggerak tahun depan.

Ia dan guru-guru di SMP Negeri Henga hanya berharap Pemerintah Kabupaten Sikka bisa memperhatikan jaringan internet dengan membangun tower jaringan internet di desa mereka. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved