Berita Belu

BPBD Belu Siaga Antisipasi Kekeringan

sosialisasi penghematan air karena memang dengan kondisi cuaca hujan yang tidak merata dan kendala terhadap bencana pasti ada

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Kepala BPBD Kabupaten Belu, Vincent K. Laka, ST. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mengambil langkah- langkah proaktif dan berkelanjutan untuk menghadapi bencana kekeringan di musim kemarau. 

Langkah-langkah ini dalam upaya untuk melindungi masyarakat dan mewaspadai ancaman bencana kekeringan musim kemarau di Kabupaten Belu. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Belu, Vincent K. Laka, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 2 Agustus 2023.

"Hal ini merujuk pada SK Bupati Belu nomor 160/HK 2023, yang telah menetapkan Kabupaten Belu status siaga darurat penanganan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan," ujar Vincent Laka. 

Baca juga: Mahasiswa KKNT-PPM Unwira Kupang Rancang Program Kerja Cegah Stunting di Kabupaten Belu

Menurutnya, bahwa penetapan status siaga tersebut telah diberlakukan selama empat bulan sejak tanggal 19 Juni hingga 19 Oktober 2023 mendatang.

Lanjutnya, dengan telah ditetapkannya status siaga, pihaknya akan segera membentuk tim untuk penanganannya.

Tim yang akan dibentuk ini, kata dia, melibatkan OPD Dinas PUPR Belu, PDAM Belu, UPTD KPH Wilayah Belu maupun OPD terkait lainnya guna penanganan lebih lanjut dilapangan. 

"Kita akan bentuk tim sosialisasi penghematan air karena memang dengan kondisi cuaca hujan yang tidak merata dan kendala terhadap bencana pasti ada," pungkasnya. 

Sementata Direktur Utama PDAM Belu Frido Siriben, Kamis, 22 Juni 2023 menyampaikan bahwa PDAM Kabupaten Belu sudah melakukan perbaikan sumber-sumber air dan beberapa pipa yang rusak akibat longsor guna mengantisipasi gangguan aliran pada saat musim kemarau.

"Untuk mengantisipasi musim kemarau, Kami baru-baru sudah memperbaik 8 titik sambungan pipa air yang rusak akibat longsor secara baik agar maksimal untuk mengantisipasi saat musim kemarau," kata dia. 

Baca juga: SMA Seminari Lalian Pertahankan Juara Liga Pelajar Tingkat Kabupaten Belu

Disampaikan pula bahwa, kapasitas air yang ada dibeberapa SPAM bisa mengantisipasi saat musim kemarau. 

"Musim kemarau ini kita mengantisipasi dibeberapa SPAM, antara lain SPAM Weoe dan SPAM Lahurus yang saat ini kapasitasnya sudah overflow dan paling akan mengalami kekurangan pada bulan Juli dan Agustus. Tapi untuk mengantisipasi itu kita sudah menyiapkan empat unit mobil tanki apabila terjadi kemacetan," jelasnya. 

Untuk diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTT mengeluarkan peringatan dini dan terdapat 12 daerah yang masuk kategori siaga kekeringan. Salah satu Kabupaten Belu. (Cr23) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved