Kamis, 9 April 2026

Berita Kota Kupang

Pelaku Pariwisata Ikut Bimtek Konten dan Fotografi Digital

Ia juga menyitir data dari Yougov yang dikutip facebook for business bahwa penggunaan  media sosial  naik hingga 38 persen selama pandemi Covid-19. 

|
Penulis: Paul Burin | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/PAUL BURIN
BUKA KEGIATAN - Anggota DPR RI, Jacky Uly membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Strategi Komunikasi Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Penguatan Konten dan Fotografi di Hotel Aston Kupang, Selasa, 18 Juli 2023 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Para pelaku pariwisata di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Strategi Komunikasi Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Penguatan Konten dan Fotografi di Hotel Aston Kupang, Selasa, 18 Juli 2023 pukul 14.00 Wita.

Kegiatan ini digelar oleh  Direktorat Komunikasi Pemasaran  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Bekerja Sama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Para peserta sebanyak 65 orang. 

Ketika membuka kegiatan ini Anggota DPR RI, Drs. Jacky Uly, M. Hum, mengatakan bahwa pelatihan ini penting  memberi penguatan kepada peserta untuk selalu kreatif dalam membuat atau memproduksi konten dan foto yang bagus. Konten dan foto yang selalu menarik minat konsumen. 

Baca juga: Dinas Pariwisata Lakukan Gladi Bersih Jelang Even Visit Alor 2023

"Ini merupakan tuntutan pada era digital ini. Saya percaya, para peserta yang rata-rata anak muda ini akan menekuni pekerjaan ini dan membawa hasil yang maksimal," kata mantan Kapolda NTT ini. 

Menurut  anggota Komisi III DPR RI ini, NTT dengan potensi pariwisata yang kaya patut  diperkenalkan kepada dunia luar. Mengenalkan secara terus-menerus dengan konten dan angle foto yang menarik.  Dengan demikian dapat menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung.

Ia juga menyitir data dari Yougov yang dikutip facebook for business bahwa penggunaan  media sosial  naik hingga 38 persen selama pandemi Covid-19. 

Baca juga: Anggota Komisi III DPR RI Jacky Uly, Persilahkan Masyarakat Gugat KHUP Baru 

Angka yang tinggi ini selayaknya ditangkap sebagai peluang bagi  pelaku usaha untuk melakukan digitalisasi. Karena itu kata Jacky, para pelaku ekonomi kreatif  segera memasuki ekosistim digital atau go online. 

"Pemerintah menargetkan  pada 2024 terdapat 31 juta industri kreatif  yang masuk pada ekosistim itu," kata lelaki asal Pulau Sabu ini.  Ia menegaskan, ketika memasuki ekosistim digital pelaku ekonomi kreatif  harus memiliki modal kreativitas selain selalu memerbarui ide. 

Sedangkan Koordinator Perencanaan dan Keuangan, Analisis Anggaran Ahli Muda Kemenpar dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif RI, Elgy Andrian mengatakan,  Bimtek ini menjadi sungguh penting di era digital ini. NTT yang kaya akan berbagai potensi pariwisata dan ekonomi ini bakal memberi manfaat jika ditatakelola dengan profesional.

Baca juga: Perkuat Kolaborasi, Dinas Pariwisata NTT dan Pemkab Alor Bahas Strategi Pariwisata

Andrian juga mengatakan, media digital punya kekuatan yang sangat besar. Saat ini dunia digital sangat masif. Dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 276 juta jiwa, sebanyak 353 juta orang  yang  memiliki handphone. Artinya kata dia, rata-rata tiap tiap orang memiliki lebih dari satu handphone.

Dari jumlah penduduk itu sebanyak 167 juta jiwa yang aktif  bermedia. Jika demikian kata dia, peluang pasar digital sangat besar dikembangkan. Tinggal saja bagaimana mengemas konten dan foto secara profesional. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Zet Sony Libing M.Si menjelaskan secara rinci  tentang potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di NTT. Doktor Sony mengatakan potensi ini harus memberikan manfaat secara maksimal bagi kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

 

Ia mengharapkan peserta dapat memanfaatkan momentum ini untuk menimba ilmu dan mempraktikannya.
Doktor Sony mengatakan,  daerah ini punya rumah adat, punya tarian, nyanyian, 278 motif tenunan yang berbeda-beda dan masih banyak kekayaan lainnya. 

Di Alor dan mungkin satu-satunya di dunia, masyarakat dapat memanggil ikan duyun  yang entah berada di titik mana untuk hadir dan menjadi tontonan yang menghibur. "Jika ikan duyun saja kami orang Alor  bisa panggil, apalagi memanggil nona-nona," guraunya. (pol)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved