Breaking News

Reshuffle Kabinet

Budi Arie Setiadi Dikabari Pekan Lalu Jadi Menkominfo, Dapat Tugas Kawal Pemilu 2024

Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi akhirnya resmi dilantik menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Editor: Alfons Nedabang
TRIBUNNEWS.COM
Budi Arie Setiadi dilantik menjadi Menkominfo, Senin 17 Juli 2023. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi akhirnya resmi dilantik menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Budi dilantik menjadi Menkominfo di Istana Negara, Jakarta, Senin 17 Juli 2023.

Sebelum dilantik oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi ), Budi Arie Setiadi sempat menyapa awak media yang sudah menunggunya di Istana Negara.

Kepada para wartawan, Budi Arie Setiadi mengatakan dirinya sudah diberitahu akan dilantik sebagai Menkominfo oleh Menteri Sekretaris Negara ( Mensesneg ) Pratikno sejak pekan lalu. "(Dikabari) Pak Setneg Minggu lalu," kata Budi Arie Setiadi.

Budi pun mengaku siap ditempatkan sebagai Menkominfo menggantikan Johnny Plate. Ia mengatakan siap ditempatkan di manapun oleh Presiden Jokowi. "Ya selalu siap dong kita kan harus siap ditugaskan di manapun," katanya.

Bud dilantik menjadi Menkominfo menggantikan Johnny G Plate yang sebelumnya terjerat kasus korupsi pembangunan base transceiver station (BTS(. Budi meninggalkan jabatan sebelumnya sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT). Sementara penggantinya di kursi Wamendes PDTT akan diisi Paiman Raharjo.

Baca juga: Resufle Kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi Lantik Ketua Relawan Projo Budi Arie Jadi Menkominfo

Kepada awak media, Budi juga menyatakan tekadnya melanjutkan proyek pengadaan menara pemancar (BTS) 4G BAKTI Kominfo. Ia menegaskan rakyat berhak mendapatkan akses internet.

"Kita terus lanjutkan, karena ini haknya rakyat kan untuk mendapatkan akses. Seperti yang tadi saya bilang, bandwidth untuk rakyat," ujar Budi.

Budi menuturkan akan melaksanakan empat program strategis. Salah satu di antaranya yaitu melanjutkan infrastruktur digital. Kemudian, dia mengatakan akan mengendalikan konten-konten yang meresahkan masyarakat seperti radikalisme dan hoaks.

Budi juga menyatakan akan memastikan perlindungan data pribadi masyarakat serta membangun narasi pemilu damai di 2024.

"Saya pikir tantangan kita banyak sekali soal infrastruktur digital, yang kedua soal platform-platform yang meresahkan masyarakat juga harus kita dibereskan, yang ketiga bagaimana ekosistem digital ini yang menjadi tanggung jawab Kominfo," ujar Budi saat Serah Terima Jabatan Menkominfo di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (17/7).

"Dan yang keempat ini pesan dari pak presiden khusus, bersama pak menko bagaimana membangun narasi Pemilu Damai 2024," imbuhnya.

Selain Budi yang dilantik sebagai Menkominfo, Presiden Jokowi kemarin juga melantik beberapa wakil menteri (Wamen), yakni Pahala Mansury sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, Nezar Patria sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Paiman Raharjo sebagai Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Rosan Roeslani sebagai Wakil Menteri BUMN, dan Saiful Rahmat Dasuki sebagai Wakil Menteri Agama.

Baca juga: Selain Menkominfo, Presiden Jokowi Lantik Lima Wakil Menteri di Istana Negara, Ini Daftarnya

Jokowi sempat menjelaskan alasannya mengangkat Budi Arie Setiadi sebagai Menkominfo menggantikan Johnny Plate yang terseret kasus korupsi. Termasuk alasannya tidak memilih menteri dengan latar belakang partai politik lagi atau dari Partai NasDem, mengingat Plate merupakan representasi Partai NasDem di Kabinet Indonesia Maju.

Menurut Jokowi, alasannya menunjuk orang non-partai politik sebagai Menkominfo karena ingin adanya percepatan. "Semuanya dalam tujuan akhir agar segera bekerja cepat," ujar Jokowi. "Agar segera bekerja cepat. Agar ini selesai dengan kecepatan," kata Jokowi.

Jokowi menyebut Menkominfo yang baru memiliki waktu yang sangat pendek di sisa masa jabatannya sebagai presiden. Oleh karena itu ia ingin masalah prioritas di Kemenkominfo dapat diselesaikan dengan cepat. "Kita ini hanya punya waktu yang sangat pendek. Satu setengah tahun kurang sehingga saya ingin yang pertama di kominfo penyelesaian BTS itu harus diutamakan," kata Jokowi usai pelantikan di Istana Negara.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved