Breaking News
Rabu, 29 April 2026

Berita Nasional

Tak Kuat Menanjak, Bus Pariwisata Terguling di Pantai Slili Gunungkidul

Bus pariwisata yang membawa rombongan dari Papringan, Sleman, terguling saat lewati tanjakan Gemulung, Pulegundes, Kapanewon Tepus, Gunungkidul.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ryan Nong
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi kecelakaan bus pariwisata. 

POS-KUPANG.COM - Kecelakaan bus terjadi di Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (2/7/2023) pagi. 

Bus pariwisata yang membawa rombongan dari Papringan, Sleman, terguling saat lewati tanjakan Gemulung, Pulegundes, Kapanewon Tepus, Gunungkidul.

Polisi memastikan bahwa tak ada korban jiwa dalam insiden Minggu pagi itu. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut Truk vs Motor di Talibura Sikka, 1 Tewas & 1 Dilarikan ke Rumah Sakit

Kapolsek Tepus Iptu Larso mengatakan, bus berukuran medium dengan nomor polisi AB 7075 AS itu berangkat dari Papringan, Sleman, menuju kawasan Pantai Slili, sekitar pukul 09.30 WIB.

Sopir bus, Sutrisno (54), diketahui warga Kalurahan Pandean, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.  Lalu saat sampai di tanjakan Gemulung, sopir diduga telat mengoper persneling  bus dan membuat bus tidak kuat menanjak.

"Sopir membanting stir ke kanan dengan tujuan menghindari korban lebih banyak, karena dibelakang banyak kendaraan," kata Larso, Minggu.

Akibat kecelakaan tersebut tujuh orang mengalami luka lecet lecet dan dilarikan ke Puskesmas Tepus 1.

"Untuk luka sebagian besar luka ringan," kata dia.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut Truk vs Motor di Talibura Sikka, 1 Tewas & 1 Dilarikan ke Rumah Sakit

Atas kejadian itu, Larso mengimbau kepada pengendara untuk berhati-hati saat akan menuju ke kawasan Pantai Slili.  Medan di kawasan itu banyak tikungan tajam dan tanjakan. 

"Cek dulu kondisi kendaraan, kalau mengantuk istirahat. Patuhi rambu dan peraturan lalulintas," kata dia.

Salah seorang penumpang, Sri (47) mengatakan rombongan keluarga berasal dari Papringan ingin berwisata ke pantai Slili. Saat itu dirinya melihat sopir telat mengoper persneling.

"Mau ngoper (persneling) telat. Jadi keliatannya sopir bus tidak mengetahui tanjakan di sini panjang, karena baru pertama lewat sini," kata Sri.

Saat itu ada kendaraan, dan dua bus sehingga sopir membanting ke kanan. "Rombongan masih satu keluarga, " kata dia. 

Untuk evakuasi bus, akan dilakukan oleh komunitas mobil Jip di kawasan sekitar.  (*)

 

Berita ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved