Berita Kota Kupang
PSMTI Kota Kupang Apresiasi Perayaan Peh Cun
Dia bermaksud agar arti perayaan semacam ini, ditanggapi oleh sesepuh Tionghoa di NTT agar bisa memberi penjelasan lebih detail.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua PSMTI Kota Kupang, Fransisco B. Bessi mengapresiasi penyelenggaraan Peh Cun oleh keluarga Tionghoa, Hakka NTT.
Kepada wartawan, Senin 26 Juni 2023, ia menyebut tiap acara etnis Tionghoa, PSMTI Kota Kupang khususnya ingin lebih fokus dengan masyarakat umum.
"Contoh saat Imlek kami berbagi di Masjid. Karena ini lah keberagaman dan juga nanti kegiatan yang sudah kami lakukan sudah cukup banyak. Terkait dengan kegiatan oleh teman-teman Hakka, kami apresiasi," ujar pria yang akrab di sapa Sisko Bessi ini.
PSMTI Kota Kupang, kata dia, ketika dipimpin oleh dirinya yang juga sosok anak muda, tidak ingin mengeksplisitkan diri, tetapi mendorong kolaborasi dengan masyarakat lainnya.
Baca juga: Jaga Kamtibmas Jelang Pemilu 2024, Satkamling Kota Kupang Gelar Apel
Hal itu bertujuan agar tiap kegiatan yang digelar etnis bisa memberi dampak ke masyarakat. Sisko Bessi mengaku dirinya tidak bisa mengomentari lebih jauh terkait makna perayaan Peh Cun.
Dia bermaksud agar arti perayaan semacam ini, ditanggapi oleh sesepuh Tionghoa di NTT agar bisa memberi penjelasan lebih detail.
Sebelumnya, ketika perayaan Peh Cun di Kolam Renang Suembak, Kelurahan Fontein, Minggu 26 Juni 2023, Ketua Hakka NTT, Yano Laemonta menjelaskan Mandi Peh Cun merupakan tradisi orang Tionghoa yang sudah ada ratusan tahun untuk mengenang seorang Menteri bernama Qu Yuan yang sangat setia pada bangsa dan negaranya.
Menurutnya salah satu tujuan Hakka NTT didirikan 6 tahun lalu, selain untuk menjalin kembali hubungan semua keluarga Hakka juga untuk melestarikan budaya asli Tionghoa.
Dia memastikan Hakka akan terus bersama pemerintah Kota Kupang untuk memajukan roda pembangunan lewat kemajuan ekonomi dan industry pariwisata.
Ketua Harian HAKKA NTT, Irwan Surya mengatakan, Hakka memiliki kewajiban untuk melestarikan dan memperkenalkan tradisi leluhur dari Tionghoa kepada generasi muda supaya tidak dilupakan oleh anak cucu mereka.
Tradisi mandi Peh Cun ini menurutnya selalu diselenggarakan pada tanggal 5 bulan 5 pada kalender Cina.
Dalam perayaan ini keluarga Tionghoa menyuguhkan Bakcang, yakni makanan khas Tiongkok yang terbuat dari beras atau beras ketan dan diisi dengan ayam, jamur, telur atau tahu. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransisco-bessi-ungkap-perayaan-imlek-momentum-kumpul-bersama-keluarga-rayakan-kebahagiaan.jpg)