Berita Kota Kupang
Diakon Prudensius Naikofi Bahagia saat Ditahbiskan oleh Uskup Turang
Misa syukur itu dipimpin RD. Erick Fkun, didampingi imam konselebran, yakni RD Kristo Oki (Pastor Rekan Paroki Maubesi)
Penulis: Paul Burin | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Diakon Prudensius Naikofi, Pr, bersama 23 orang rekan frater TOP (Tahun Orientasi Pastoral) menerima tahbisan sebagai diakon di Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui, Kupang, Rabu, 31 Mei 2023. Selangkah lagi mereka akan ditahbiskan menjadi imam pada tiga bulan mendatang.
Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang, Pr menjadi penahbis para diakon ini.
"Saya sungguh bahagia atas tahbisan sebagai diakon. Saya bahagia karena perjalanan pendidikan yang sungguh panjang, kemudian diterima dan ditahbiskanoleh Bapak Uskup Agung Kupang," kata Diakon Prudensius Naikofi di sela-sela misa syukur keluarga di Beomopu, Kupang, Rabu, 31 Mei 2023 malam.
Misa syukur itu dipimpin RD. Erick Fkun, didampingi imam konselebran, yakni RD Kristo Oki (Pastor Rekan Paroki Maubesi), RD. Edel Silab (Pastor Rekan Paroki Manufui), RD. Robert Luan ( Pastor Rekan Paroki Sta. Theresia Kefamenanu). Hadir pula umat yang datang dari Kiupasan, Maubesi, Oelurai, Noenebu serta keluarga yubilaris di Kota Kupang.
Baca juga: Umat Sambut Kedatangan 19 Diakon dan Keluarga di Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui Kupang
Diakon Rudi, demikian panggilannya, mengatakan rasa syukur atas peristiwa yang dialami keluarga dan seluruh umat. Tahbisan ini kata dia sebagai tanda untuk selangkah lagi menunaikan tugas-tugas pewartaan.
Ia akan ditempatkan di Paroki Santo Agustinus, Fatubenao, Atambua, Keuskupan Atambua. Sebelumnya, putra dari Siprianus Naikofi dan Bernadeta Bona, asal Kiupasan, Desa Letmafo, Kecamatan Insana Tengah, Timor Tengah Utara (TTU), ini menjalani TOP di Paroki Santu Petrus Tukuneno, Atambua.
Tentang panggilannya, Diakon Rudi mengatakan, awalnya, ia ingin sekolah saja di Seminari Menengah Santa Maria Imaculata, Lalian, Atambua.
Seiring dengan perjalanan waktu, panggilannya menjadi calon imam tumbuh. Bruder Albert Naikofi, SVD (almarhum) dan P. Okto Naikofi, SVD yang kini bertugas di Korea juga menjadi inspirasi panggilannya.
Baca juga: Dubes Vatikan Mgr Piero Pioppo Tahbiskan 19 Diakon Jadi Imam Baru di Kupang
Ia juga menyebut beberapa imam lain yang ikut mendorongnya untuk berkarya pada tugas perutusan ini. Mereka di antaranya, RD. Eman Fkun (Pastor Paroki Oeolo, TTU); RD. Dion Manikin (Pastor Paroki Santo Kristoforus, Ba'a) dan RD. Erick Fkun ( Sekretaris Uskup Agung Kupang).
Ditanya tentang tantangan maupun dinamika yang terjadi terutama pada kaum muda saat ini, Diakon Rudi mengatakan, atas pengalamannya saat TOP, banyak OMK (Orang Muda Katolik) yang sungguh terlibat dalam aktivitas kegerejaan. Tapi, ada pula OMK yang "datang dan pergi."
Alasannya karena mereka merasa tak patut terlibat menyusul hal-hal tak patut yang mereka lakukan. Meski demikian, Diakon Rudi mengatakan, tugas gereja adalah menggembalakan umat.
Gereja wajib mencari dan menemukan mereka sekaligus mengajak kaum muda atau entah siapapun untuk berkumpul kembali di gereja.
Baca juga: Dubes Vatikan untuk Indonesia Siap Tahbiskan 19 Diakon Menjadi Imam di Kupang
Tokoh masyarakat TTU, Yoseph Neno saat membawakan sambutan mewakili keluarga meminta umat untuk terus mendoakan yubilaris dalam tugas pelayanan nanti. Selain itu, katanya, penahbisan ini juga sebagai motivasi bagi generasi muda untuk menjadi calon imam.
Orang tua kandung diakon, yakni Sipri Naikofi merasakan campur tangan Tuhan dalam karya pelayanan ini. Karya Tuhan dilukiskan Sipri sungguh agung dan mulia.
"Sebagai orang tua, kami akan terus mendoakan Diakon Rudi agar selalu sukses dalam tugas-tugasnya," kata Bernadeta Bona, ibunda Diakon Rudi. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru di SDK Maubesi II, TTU. Moto tahbisannya, yakni "Kalau Engkau Mau, Engkau Dapat Mentahirkan Aku" (Markus, 1:40). (pol)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Diakon-Prudensius-Naikofi.jpg)