Senin, 18 Mei 2026

Berita Lembata

Uskup Larantuka Berkati Rumah Relokasi untuk Warga Lamagute Lembata

rumah sudah selesai dibangun dan mulai ditempati korban badai seroja di Kabupaten Lembata, dari Desa Lamagute.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
RESMIKAN - Pemukiman Bukit Indah yang dibangun atas bantuan Caritas Indonesia di Parek Blota, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, resmi mulai ditempati. Dua uskup memimpin misa Penyerahan dan Pemberkatan Rumah Bantuan dari lembaga kemanusiaan Gereja Katolik di Indonesia itu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Pemukiman Bukit Indah yang dibangun atas bantuan Caritas Indonesia di Parek Blota, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, resmi mulai ditempati.

Dua uskup memimpin misa Penyerahan dan Pemberkatan Rumah Bantuan dari lembaga kemanusiaan Gereja Katolik di Indonesia itu.

Warga yang menempati Pemukiman Bukit Indah berasal dari Desa Lamagute, Atawatung, Kecamatan Ile Ape Timur, yang menjadi korban banjir bandang dan badai seroja.

Penyerahan bantuan rumah itu didahului dengan perayaan misa yang dipimpin Uskup Larantuka Mgr. Fransiskus Kolong Kung, PR dan Uskup Agung Palembang, Uskup Emeritus Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ, bersama puluhan imam Dioses Larantuka. Uskup bersama para pastor memberkati rumah-rumah yang akan ditempati para penyintas.

Baca juga: Ukir Skor Mentereng, SMP Negeri 2 Bajawa Raih Juara 1 Lomba Cerdas Cermat IPA Flores - Lembata

Uskup Fransiskus mengharapkan agar masyarakat Lamagute harus membangun kembali kehidupannya. “Kita harus bangkit kembali membangun kehidupan kita. Tidak boleh kita berlama-lama meratapi lagi hari kemarin,” ungkap Mgr Fransiskus.

Dikatakan, ada cahaya baru di hadapan kita. Walaupun saat ini masih samar tapi orang beriman harus punya harapan, pasti esok akan lebih baik. “Tuhan kita setia. Ia setia mendampingi jalan hidup kita, sampai saatnya Dia akan mempertemukan kita dan mempersatukan kita di dalam kerajaan abadiNya,” ungkap Uskup Larantuka.

“Di bukit indah ini, kita telah membangun rumah-rumah kita, tempat kita ini tempat kita tinggal tempat kita hidup,” sambungnya.

Uskup Fransiskus pun mengajak masyarakat Lamagute untuk menata bukit perumahan ini agar menjadi indah dan semakin indah. Ya, “Mari kita menata rumah kita walaupun kecil dan sederhana tetapi kan bisa lebih indah, lebih nyaman dan lebih menyenangkan,” ujarnya.

Mgr Fransiskus melanjutkan, kita hidup di dalam persaudaraan saling tolong menolong dan berdoa bersama. Intinya kita membangun hidup dalam persekutuan. 

Baca juga: Temuan KPAD Lembata: Penderita HIV Masih Dikucilkan Masyarakat

“Di bukit ini, Tuhan hadir sebagaimana Ia datang ke rumah Zakheus dan meminta menumpang,” ucap Uskup Fransiskus.

“Mulai hari ini, Yesus tidak menumpang sesaat tapi Dia datang tinggal di rumah-rumah kita di bukit ini. Kita akan diubah dan menjadi manusia baru penuh iman, penuh kasih,” kata Mgr Fransiskus.

Uskup Fransiskus pun mengingatkan agar masyarakat Lamagute harus peka terhadap bencana yang akan dialami oleh orang lain. 

“Kita harus tergerak hatinya untuk membantu sesama kita yang dilanda bencana nantinya,” tutupnya.

Pembangunan rumah ini dilakukan pasca bencana badai seroja dan banjir bandang di Ile Ape dan Ile Ape Timur, Caritas Keuskupan Larantuka membangun 125 unit rumah bagi para korban dari Desa Lamagute, Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved