Berita Rote Ndao
Umat Katolik Paroki Santo Kristoforus Ba'a Rote Ndao Rayakan Pentakosta dan Syukur Panen
erayaan ekaristi tersebut dirayakan di Kapela Stasi St. Fransiskus Xaverius Namodale, Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya pada Minggu, 28 Mei 2023.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Umat Katolik Paroki Santo Kristoforus Ba'a, Rote Ndao merayakan Hari Raya Pentakosta dan Syukur Panen.
Perayaan ekaristi tersebut dirayakan di Kapela Stasi St. Fransiskus Xaverius Namodale, Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya pada Minggu, 28 Mei 2023.
Romo Dion Hesron, Pr menjadi imam seleberan utama (pemimpin misa) dan Romo Ardi Meman, Pr dan Romo Peter Seto Dai, Pr sebagai imam konselebran.
Dalam renungannya, Romo Peter mengatakan, bekerja seperti hamba makan seperti raja.
Baca juga: Sabtu Suci di Rote Ndao, Pastor Paroki Santo Kristoforus Baa: Allah Menunjukan Yesus itu Tuhan
Menurutnya, hal ini serupa seperti yang tertulis dalam Kitab Suci dengan bercucur air mata akan menuai, lalu dalam sorak-sorai, rasul Paulus berkata dengan bekerja kita makan, kalau tidak bekerja tidak bisa makan.
"Dalam misa panen raya ini dengan kesadaran bahwa antara menjadi seorang hamba yang bekerja menjadi raja, ia akan menuai kelimpahan nantinya," ucap Romo Peter.
Ia menerangkan, antara menabur dan menuai itu adalah sebuah hasil dari buah pekerjaan, bukan saja yang dilakukan sendiri, tapi manusia percaya dilakukan atau ada campur tangan Tuhan.
"Hari Pentakosta yaitu Roh Kudus turun atas para rasul. Oleh sebab itu, Pentakosta atau hari ke-50 setelah kebangkitan Yesus Kristus, menjadi puncak dari hari raya panen selama musim menuai," terang Romo Peter.
Baca juga: OMK Santo Kristoforus Baa Berbagi Kasih kepada Anak-Anak Panti Asuhan
Ia menyebut, hal tersebut tertulis di dalam Kitab Keluaran pasal 23 ayat 16 yang mengatakan, "kau peliharalah juga hari raya menuai buah bungaran dari hasil usahamu menabur di ladang, demikian juga hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun, apabila engkau mengumpulkan hasil usahamu dari ladang".
Bagi Romo Peter, bersyukur atas panenan dan atas hasil ladang adalah sebuah pengakuan bahkan campur tangan Tuhan dalam semua hasil panenan manusia dan manusia bersyukur kepada-Nya.
"Manusia menanam dan menuai, tetapi pertumbuhan diberi oleh Tuhan. Pertumbuhan itu sesuatu yang terjadi secara misterius, sehingga kita boleh berkata hal itu terjadi karena campur tangan Tuhan," ungkap Romo Peter. (rio)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/syukur-panen.jpg)