Senin, 20 April 2026

Wawancara Eksklusif

Sandiaga Uno Bicara Politik 2024: Pengaruh Jokowi Masih Kuat

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menilai sosok Presiden Joko Widodo masih memiliki pengaruh kuat.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno ketika mengunjungi Parapuar Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Terbaru, Sandiaga Uno menyebut Presiden Jokowi masih memiliki pengaruh kuat menjelang Pilpres 2024. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menilai sosok Presiden Joko Widodo masih memiliki pengaruh kuat menjelang kontestasi Pilpres 2024.

Hal itu tidak terlepas dari tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi selama dua periode.

"Demokrasi Indonesia itu adalah sebuah anomali karena di tengah-tengah polarisasi dunia Pak Jokowi berhasil mengorkestrasi sebuah unity government. Ini prestasi tersendiri," ungkap Sandiaga Uno saat wawancara eksklusif dengan Tribun Network di Jakarta, Senin 15 Mei 2023.

Menurutnya, Presiden Jokowi mampu menjaga ekonomi tetap tumbuh 5,3 persen di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Ada juga satu anomali di ujung pemerintahan 18 bulan kurang Pak Jokowi itu masih mendapatkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi 80 persen. Jadi semuanya itu lengket kepada pribadinya Pak Jokowi," ucapnya.

Lanjutan wawancara Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Sandiaga Uno:

Apa yang membuat Pak Sandi harus pamit dari Partai Gerindra?

Jadi saya berkarier hampir satu dekade delapan tahun mendapat pembelajaran yang sangat luar biasa. Tentunya mendapat kesempatan yang istimewa dari Pak Prabowo untuk meniti karier di politik.

Setelah saya menjadi pengusaha dan membesar usaha saya dipanggil diajak oleh beliau. Saya pun merasa terpanggil dengan ajakan beliau karena fase selanjutnya dalam kehidupan saya adalah memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara melalui kiprah pelayanan publik.

Dan tentunya jalurnya itu adalah kaderisasi nasional lewat partai politik. Setelah delapan tahun dan mendapat masukan dan juga mendapat wejangan dari berbagai pihak maupun tokoh.

Bahkan dalam enam bulan terakhir saya sudah berdiskusi dengan media karena merebak kedekatan saya dengan kendaraan-kendaraan partai politik yang lain.

Itu juga sudah saya sampaikan ke Pak Prabowo, di awal tahun kita berbicara.

Pada saatnya di bulan April usai kontemplasi di sepanjang bulan Ramadan, beri'tikaf 10 hari terakhir bulan Ramadan akhirnya saya memutuskan. Apalagi kontestasi sudah semakin dekat tentunya saya harus menyumbangkan kontribusi dan pemikiran yang paling bermanfaat.

Mungkin kalau kita lihat posisi Gerindra dan Pak Prabowo itu sudah sangat kuat. Pak Prabowo bilangnya partainya sudah kuat, sebetulnya partainya sudah sangat kuat dan sosok beliau juga sangat kuat sebagai calon presiden berikutnya dan menjadi pemimpin bangsa.

Tentunya ada tugas-tugas lain, ada pemikiran yang bisa saya kontribusikan ke masyarakat dan ini yang saya sedang jajaki setelah masukan dari para ulama, pimpinan, termasuk saya berkoordinasi dengan pimpinan pemerintahan termasuk Pak Jokowi.

Jadi keputusan itu murni saya mengambilnya sebagai keputusan yang sangat berat. Mudah-mudahan Pak Prabowo sukses dalam langkah-langkah ke depan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved